KPK

Diperiksa 12 Jam, Yohannis Bassang Dicecar 15 Pertayaan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 19 Oktober 2022 18:35

Yohannis Bassang Bupati Toraja Utara USia DIperiksa Penyidik KPK
Yohannis Bassang Bupati Toraja Utara USia DIperiksa Penyidik KPK

Trotoar.id, Makassar – Bupati Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel) Yohanis Bassang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selasa 18 Oktober 2022. 

Pada pemeriksaan yang dilakukan sejak Pukul 10:00 hingga pukul 21:00 WIB, Ketua Golkar kabupaten Toraja Utara yang sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika pada periode 2013-2018 di cecar 15 pertanyaan 

“Dicecar 15 Pertanyaan, dan pertanyaan seputar pilkada 2013, berapa Putaran , berapa pasang, berapa suara kemenangan yang diraih, penyusunan kabinet, para pejabat, itu saja,” Katanya 

Saat ditanya soal kaitan dirinya dengan dengan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam kasus yang ditangani KPK, Yohannis Bassang dengan tegas menyatakan dirinya tidak tahu menahu. 

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Kunjungi Kantor Bawaslu Sulsel

“Kalau itu saya tidak tahu soal itu, saya kabur dan buta, meski saat itu saya menjabat sebagai wakil bupati Mimika,” Katanya 

Dia menjelaskan, jika program pembangunan  gereja itu direncanakan dilakukan pada tahun 2015 namun dirinya tidak tahu menahu soal itu, bahkan dia mengaku cuma dicecar pertanyaan oleh penyidik seputar pengalaman di pilkada saja. 

Yohanis Bassang dimintai keterangan terkait pengangkatan Kabag Kesra Mimika Marthen Sawy di tahun 2015. Marthen sendiri diketahui kini telah menyandang tersangka dalam kasus proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Kabupaten Mimika sebesar Rp 46 miliar

Baca Juga  Sejumlah Fraksi Protes Target PAD Makassar yang Menurun, Walkot Makassar: Itu Artinya Dewan Berfungsi

“cuma dimintai keterangan usulan nama Marthen Sawy sebagai Kabag Kesra pada Waktu Itu, tapi itu kan atas usulan dari bupati. waktu itu saya menjabat sebagai Wakil Bupati,” Katanya 

Diketahui, dalam Kasus tersebut, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus korupsi ini, yakni Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Marthen Sawy selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Teguh Anggara selaku Direktur PT Waringin Megah (PT WM).

Dalam proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, pemerintah daerah kabupaten Mimika menganggarkan anggarans ebesar Rp 46 miliar, dan dalam proses pengerjaannya mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 21,6 miliar.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini, Bupati Indah Dorong Kemandirian Wanita

“Mengakibatkan kerugian keuangan negara setidaknya sejumlah sekitar Rp 21,6 miliar dari nilai kontrak Rp 46 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (8/9).

Ketiga tersangka diduga melanggar ketentuan Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. KPK menduga Eltinus bersama Teguh diduga menerima fee masing-masing 7 persen dan 3 persen.

“Untuk mempercepat proses pembangunan, EO kemudian menawarkan proyek ini ke TA dengan adanya kesepakatan pembagian fee 10 persen dari nilai proyek dimana EO mendapat 7 persen dan TA 3 persen,” ungkap Firli.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...