Trotoar.id, Makassar – Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono menggelar pertemuan tertutup bersama mantan menteri pertanian Amran Sulaiman
Pertemuan dilakukan di Gedung Tower AAS Building di jalan Urip Sumoharjo, Sbtu sesaat setiba di Kota Makassar
Mardiono menyebut, jika Andi Amran Sulaiman ASS merupakan aset yang dimiliki bangsa khususnya Sulsel.
Baca Juga :
“Yang terpenting beliau adalah aset yang telah membuka lapangan kerja untuk anak bangsa. Beliau termasuk orang yang dulu meniti karirnya dari bawah sehingga berhasil.” Jelasnya
Lanjut Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini memang dikenal bersahabat dekat dengan AAS.
Dia menilai keberhasilan AAS membangun korporasi bisnis, dari bawah bahkan dari titik terendah hingga sukses seperti saat ini.
Apalagi katanya dia, AAS pernah menjabat menteri, tentu bukan hal yang mudah dicapainya.
“Tentu harus kita beri apresiasi. Kita beri penghargaan kepada Pak Amran,” ujar Mardiono.
Lebih lanjut Mardiono tak menutup mata dengan peluang terbuka bagi AAS menjadi pemimpin nasional di 2024 mendatang.
Mardiono bahkan berandai-andai jika negeri ini memiliki 1.000 sosok seperti AAS, maka persoalan-persoalan bangsa akan lebih mudah diselesaikan.
“Jadi kalau kita punya 1.000 Amran di Indonesia, akan lebih banyak lagi lapangan kerja. Punya 1.000 Pak Amran tentu Indonesia ini akan lebih kuat atau juga kalau punya 1.000 Amran bahkan bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, AAS mengaku terhormat dan bangga kedatangan tamu istimewa seperti Mardiono dan para elite PPP.
“Terimakasih tak terhingga karena beliau meluangkan waktunya menemui kami disini. Kedatangannya merupakan kebangaan bagi kami, kehormatan bagi kami,” ucapnya.
Ketua Umum IKA Unhas itu balik memuji Mardiono yang juga merupakan seorang pengusaha yang meniti dari titik nol.
“Pak Mardiono merangkak dari bawah, sukses storynya luar biasa. Ternyata proses tidak pernah membohongi hasil. Generasi muda patut mencontoh Mardiono. Perjuangannya luar biasa,” ucapnya. (*)




Komentar