MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari pemisahan server per jenjang, pembukaan kanal aduan, hingga penguatan sistem transparansi berbasis digital.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, mengatakan masa simulasi dimanfaatkan untuk menyempurnakan aspek teknis, termasuk penyederhanaan login menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan integrasi data otomatis dengan Kementerian Pendidikan.
Baca Juga :
“Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan sistem yang transparan dan akuntabel. Lontara+ menjadi solusi atas berbagai kekurangan pada pelaksanaan tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Dari sisi infrastruktur, Pemkot Makassar kini memisahkan sistem server menjadi tiga bagian, masing-masing untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Langkah ini diambil untuk menghindari penumpukan akses seperti yang terjadi pada pelaksanaan sebelumnya.
Tim teknis juga telah melakukan uji ketahanan sistem dengan simulasi beban hingga tiga kali lipat dari perkiraan pengguna.
“Dengan sistem terpisah, performa layanan diharapkan lebih stabil,” kata Tim Ahli Percepatan Digitalisasi Pemkot Makassar, Andi Gita Namira Patigana.
Disdik Makassar juga menghadirkan dashboard pemantauan internal yang memungkinkan pengawasan secara real time.
Melalui sistem ini, pihak dinas hingga wali kota dapat memantau jumlah pendaftar, progres verifikasi, hingga kinerja operator sekolah.
Jika ditemukan keterlambatan atau kendala, sistem memungkinkan tindakan cepat, termasuk peneguran langsung kepada operator.
Untuk meningkatkan pelayanan, Disdik membuka berbagai kanal aduan, termasuk hotline dan grup Telegram resmi.
Masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui media sosial resmi dan portal pemerintah kota.
Selain itu, sekolah tetap menjadi pusat layanan bantuan, dengan panitia dan operator yang siap membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis.
Khusus wilayah kepulauan seperti Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Disdik menyiapkan skema alternatif berupa pendaftaran offline jika terkendala jaringan internet.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses yang setara.
SPMB 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juni, dengan pendaftaran dibuka pada 2 Juni 2026. Masa simulasi diperpanjang hingga 21 Mei.
Adapun daya tampung meliputi sekitar 500 siswa untuk PAUD, 18.000 siswa SD, dan 15.000 siswa SMP.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pemkot Makassar optimistis pelaksanaan SPMB 2026 akan berjalan lebih transparan, efisien, dan inklusif, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan berbasis digital.




Komentar