Pemda Luwu Utara

Dua Sabo Dam Dibangun di Sungai Radda, IDP: Butuh Dukungan Warga

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 02 Juni 2023 20:36

Dua Sabo Dam Dibangun di Sungai Radda, IDP: Butuh Dukungan Warga

Trotoar.id, Luwu Utara — Dua Sabo Dam tahun ini  dibangun di Sungai Radda pasca banjir bandang 2020 lalu.

Pembangunan tersebut ditarget pemerintah rampung akhir Desember.

“Kami dapat laporan dari pihak balai terkait masalah sosial yang dihadapi. Pembangunan sabo butuh dukungan dari warga. Jadi kami berharap masalah sosial dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga pembangunan yang ditarget Desember dapat terpenuhi. Mengingat sumber pembiayaan dari SBSN dan itu biasanya sangat ketat,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani usai menemui Keala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Djaya Soekarno beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Ini Hadiah Bagi Pelaku Usaha di Luwu Utara yang Taat Protokol Kesehatan

Setelah pembangunan sabo dam rampung, juga diusul dilakukan kegiatan normalisasi.

“Oleh karena itu saya mohon dukungan dari warga khususnya Desa Meli, karena dua titik sabo dam itu semuanya ada di Desa Me,” Katanya

Nanti dari situ akan lanjut dengan kegiatan normalisasi. Jadi cepat tidaknya progres pelaksanaan juga sangat bergantung pada dukungan warga setempat.

Untuk itu pemerintah desa dan pemerintah kecamatan kita harapkan juga turut mengambil bagian,” pinta isteri dari Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Fauzi ini.

Sementara itu terkait progres penanganan Sungai Masamba, di Polewali juga sudah ada penanganan 15 km dan rencananya akan lanjut normalisasi di tahun depan.

Baca Juga  Pemkab Bantaeng Bertekad Optimalisasi Pajak Daerah

“Bersama Balai juga kita rencana uji coba pengaliran air di 3000 hektare di bulan Juli dari daerah irigasi Bendung Baliase. Ini juga mohon dukungan dari warga dan dalam waktu dekat kami juga akan berkoordinasi dengan Pemprov terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menyertai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan akan berlangsung awal Juli 2023,” jelas bupati yang karib disapa IDP ini.

Sebagai informasi, sabo dam merupakan suatu sistem pengendalian bencana alam aliran yang membawa endapan (sedimen), seperti banjir bandang, aliran material vulkanik (tefra dan lahar), dan pergerakan tanah, yang didirikan pada jalur aliran di pegunungan.

Baca Juga  KONI Luwu Utara Siap Gelar Musorkab, Pemilihan Ketua Baru Jadi Agenda Utama

Bencana alam aliran bersifat sangat merusak karena membawa endapan yang membuat momen dan massa alirannya menjadi lebih besar daripada hanya air saja.

Bendung sabo, walaupun memiliki kemiripan bentuk dengan bendung pengatur air, lebih ditujukan bagi penghentian laju endapan sehingga bagian hilir tidak banyak terdampak oleh potensi bencana.

Sabo mengurangi kecepatan aliran dan mengendapkan sedimen bawaan.

Penulis : RN

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...