Pemda Luwu Utara

Bappelitbangda Luwu Utara Ungkap Strategi  Penghapusan Anak Tidak Sekolah di Luwu Utara

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 23 Desember 2023 23:42

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu Utara, Drs. H. Aspar, mengungkapkan beberapa strategi untuk mempercepat penghapusan anak tidak sekolah (ATS) di Luwu Utara. Strategi penghapusan ATS tersebut diungkap Aspar saat menjadi narasumber Lokakarya Pendidikan belum lama ini di Aula La Galigo Kantor Bupati.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu Utara, Drs. H. Aspar, mengungkapkan beberapa strategi untuk mempercepat penghapusan anak tidak sekolah (ATS) di Luwu Utara. Strategi penghapusan ATS tersebut diungkap Aspar saat menjadi narasumber Lokakarya Pendidikan belum lama ini di Aula La Galigo Kantor Bupati.

Trotoar.id, Luwu Utara —– Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu Utara, Drs. H. Aspar, mengungkapkan beberapa strategi untuk mempercepat penghapusan anak tidak sekolah (ATS) di Luwu Utara. Strategi penghapusan ATS tersebut diungkap Aspar saat menjadi narasumber Lokakarya Pendidikan belum lama ini di Aula La Galigo Kantor Bupati.

Aspar menjelaskan, strategi penanganan ATS di kabupaten Luwu Utara, secara garis besar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara pencegahan dan cara intervensi.

Baca Juga  Berangkat dari Keluhan Warga, Kartini Ottong Bergerak Atasi Banjir di Kokoe

“Strategi pencegahan ini terkait dengan upaya memantau anak yang rentan atau memiliki risiko putus sekolah dan mengupayakan pencegahannya,” jelas Aspar. 

Sementara cara intervensi, yaitu upaya menjangkau dan mengembalikan ATS ke sekolah, dan mendampingi ATS mengikuti pelatihan yang sesuai.

“Penanganan ATS disesuaikan dengan faktor penyebab putus sekolah,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan, Tim Percepatan Penanganan ATS telah merumuskan bentuk intervesi berdasarkan faktor penyebabnya. 

Baca Juga  Lepas Tim Sepak Bola Pra Porprov, Wabup Suaib; Rebut Satu Tiket Menuju Porprov 2022

“Hal lain yang perlu diantisipasi untuk menurunkan ATS di kabupaten Luwu Utara adalah angka ketidakberlajutan. Di mana masih ditemukan ada murid yang berhenti bersekolah akibat tidak diterima pada jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.  

Salah satu penyebabnya, ungkap Aspar, masih kurangnya ruang belajar. “Jumlah ruang belajar jenjang SMP/sederajat dan SMA/sederajat saat ini masih lebih sedikit dari pada ruang belajar kelas 6 SD yangvsederajat,” papar dia.

Baca Juga  800 Pengurus Persatuan PPDI di Sinjai Dilantik, Bupati ASA: Semoga Amanah dan Menjadi Mitra Pemerintah Daerah

“Ke depan, kita perlu memastikan jumlah ruang belajar SMP sederajat sama dengan jumlah ruang belajar kelas 6 SD sederajat. Begitu pula tingkat SMA sederajat. Untuk kondisi sekarang, jika di SD terdapat 1 kelas untuk kelas 6, maka di SMP dibutuhkan 3 — 4 kelas atau ruang belajar setiap tingkat dan 5 — 6 kelas atau ruang belajar untuk SMA di semua tingkatan,” tandasnya.

Penulis : Ardi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik23 Oktober 2026 23:18
Jelang Pelantikan Golkar Sulsel, Bendera dan Baliho Bahlil-IAS Hiasi Jalanan Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Suasana Kota Makassar mulai semarak menjelang pelantikan pengurus Dewan Pimpinan...
Politik23 Oktober 2026 21:36
Golkar Sulsel Menguningkan Makassar, Konsolidasi Politik dan Ujian Empati kepada Warga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Akhir pekan ini, Makassar bukan sekadar menjadi panggung konsolidasi Partai Gol...
Metro23 Oktober 2026 19:49
Naoemi Octarina Pimpin Delegasi Sulsel, Perkuat Sinergi Dekranasda, PKK, dan Posyandu
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO DENPASAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi program pemberdayaan ma...
Politik23 Oktober 2026 17:33
Ribuan Kader Golkar se-Sulsel Bakal Tumpah Ruah di Makassar, Ingin Bertemu Langsung Bahlil
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan kader Partai Golkar dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ...