Trotoar.id, Makassar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa provinsi Sulawesi menempati peringkat kedua tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi regional pada Kuartal III-2023 dengan capaian sebesar 6,44 persen (YoY).
Saat pertemuan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar pada Kamis, 1 Februari 2024, Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terutama didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian, serta ekspor.
“Pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 4,05 persen (YoY) yang mendukung pertumbuhan nasional sebesar 7,25 persen,” ujar Airlangga.
Baca Juga :
Menurutnya, kontribusi Sulsel terhadap perekonomian nasional mencapai 7,25 persen, menggambarkan peran penting provinsi ini dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Airlangga juga menyoroti pencapaian Sulsel dalam mengendalikan inflasi. Data BPS menunjukkan bahwa Sulsel berhasil mencetak rekor dengan inflasi pada Januari 2024 sebesar 2,38 persen (YoY), berada di bawah rata-rata nasional 2,57 persen. Pencapaian ini merupakan yang kedua dalam lima tahun terakhir, setelah November 2023.
Menurut Bahtiar Baharuddin, Penjabat Gubernur Sulsel, pembangunan Sulawesi Selatan akan mengadopsi konsep Ekonomi Biru, fokus pada kelautan-perikanan, pertanian-perkebunan, sektor peternakan, dan energi.
“Ekonomi biru menjadi isu penting karena lautan yang sehat mendukung pertumbuhan ekonomi, mengatur iklim, dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap Bahtiar.
Dengan pertumbuhan yang solid dan inflasi terkendali, Sulsel diharapkan tetap menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi dan menjadi lokomotif ekonomi bagi Indonesia Timur. (*)



Komentar