Makassar, Trotoar.id – Koalisi partai politik pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi (Andalan Hati), menghadapi isu ketidaksolidan dalam kampanye Pilgub Sulsel 2024.
Meskipun didukung oleh partai-partai besar seperti Golkar, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PAN, Hanura, dan PKS, keterlibatan dan koordinasi antarpartai dalam kampanye dinilai belum optimal.
Pengamat politik menyoroti adanya ketidakselarasan strategi kampanye di antara partai pengusung yang dapat menghambat kinerja mesin politik Andalan Hati di lapangan.
Baca Juga :
Dr. Hasrullah, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, mengungkapkan bahwa minimnya keterlibatan sejumlah tokoh partai dalam kampanye besar Andalan Hati menjadi pertanda adanya persoalan internal.
“Beberapa agenda kampanye di sejumlah daerah terlihat hanya dihadiri oleh perwakilan satu atau dua partai, sementara partai lain tidak menunjukkan partisipasi yang signifikan,” ujar Hasrullah
Menurutnya, ketidakhadiran tokoh partai disebabkan oleh “sinkronisasi” antara harapan kader dan kualitas calon yang diusung.
Faktor kualitas kepemimpinan pasangan calon Andalan Hati juga menjadi sorotan.
“Kualitas dan karakter calon pemimpin ini menimbulkan sikap apatis di kalangan kader partai pengusung. Ada faktor ketidakpuasan terhadap rekam jejak kepemimpinan yang dirasa belum mampu memberikan perubahan signifikan bagi Sulawesi Selatan selama dua tahun lebih,” tambahnya.
Hasrullah mengingatkan bahwa pemilih Sulawesi Selatan perlu mempertimbangkan dengan matang kualitas kepemimpinan calon pemimpin yang akan menjabat selama lima tahun ke depan.
“Masyarakat harus melihat karakter dan kemampuan dalam tata kelola pemerintahan ketika menentukan pilihan.”
Isu ketidakkompakan ini kini menjadi perhatian publik, terutama ketika sejumlah tokoh penting dari partai pengusung tidak hadir dalam beberapa acara besar kampanye.
Diharapkan, dengan adanya perbaikan koordinasi, pasangan Andalan Hati dapat lebih maksimal dalam menggalang dukungan dari basis-basis pemilih di Sulawesi Selatan.



Komentar