KKRL

Peringati Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-79, KKLR Sulsel Gelar Ziarah di Makam Datu Andi Djemma

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 23 Januari 2025 17:33

Peringati Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-79, KKLR Sulsel Gelar Ziarah di Makam Datu Andi Djemma

Makassar, Trotoar.id – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan memperingati Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-79 dengan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Datu Andi Djemma di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, Kamis (23/1/2025).

Sejumlah pengurus KKLR Sulsel, mengenakan jas dan batik khas organisasi, hadir dalam kegiatan tersebut sembari membawa karangan bunga sebagai simbol penghormatan.

Acara dimulai dengan upacara sederhana yang turut dihadiri puluhan praja dari IPDN Kampus Sulsel.

Upacara dipimpin langsung oleh Kasat Sena IPDN Sulsel, Hamzah Jalante, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan BPW KKLR Sulsel.

Ziarah diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP Panaikang, dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Datu Andi Djemma.

Dalam kesempatan tersebut, doa bersama dipanjatkan untuk mengenang perjuangan Datu Luwu yang menjadi tokoh sentral dalam sejarah HPRL.

Baca Juga  Saat Kampanye, Polsek Panakkukang Pastikan Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

Sekretaris Umum KKLR Sulsel, Asri Tadda, menyebutkan bahwa HPRL merupakan tonggak sejarah penting bagi masyarakat Luwu Raya.

Peristiwa ini mencerminkan perlawanan semesta rakyat Luwu terhadap penjajahan Belanda melalui KNIL/NICA pada 23 Januari 1946.

Asri menjelaskan bahwa Datu Andi Djemma, Datu Luwu ke-36, adalah salah satu raja pertama di luar Pulau Jawa yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Pada 19 Agustus 1945, hanya dua hari setelah proklamasi kemerdekaan, Andi Djemma menyatakan Kedatuan Luwu bergabung dengan NKRI di bawah Presiden Soekarno.

“Pada 23 Januari 1946, rakyat Luwu melakukan perlawanan heroik terhadap tentara KNIL yang bertujuan menjajah kembali Indonesia. Peristiwa itu menjadi simbol kesetiaan dan keberanian rakyat Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan,” jelas Asri.

Menurutnya, Datu Andi Djemma harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan, sebelum akhirnya tertangkap oleh musuh.

Baca Juga  Muswil BPW KKLR Sulsel Digelar di Hotel Four Point 16 April, Dibuka Oleh Walkot Makassar, Menggandeng PT Vale

Perlawanan rakyat Luwu ini berhasil menguasai Kota Palopo selama beberapa hari sebelum tentara KNIL/NICA mendatangkan bala bantuan dari Makassar.

Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang diperingati setiap 23 Januari juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) KKLR. Organisasi paguyuban ini didirikan pada 23 Januari 1956, sepuluh tahun setelah peristiwa HPRL.

“HPRL adalah sejarah besar yang melambangkan perjuangan rakyat Luwu Raya. Hari ini juga menjadi refleksi perjuangan KKLR sebagai wadah silaturahmi dan pengabdian masyarakat Luwu Raya,” tambah Asri

Selain HPRL, masyarakat Luwu Raya juga memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) setiap 21 Januari. Tahun ini, HJL genap berusia 757 tahun. Peringatan HJL dan HPRL biasanya diadakan bergiliran oleh pemerintah daerah di wilayah Luwu Raya.

“Jadi, tahun ini kita memperingati HJL ke-757, HPRL ke-79, dan HUT KKLR ke-69. Ketiga momentum ini adalah pengingat perjuangan rakyat Luwu Raya dalam mempertahankan kemerdekaan dan memperbaiki kehidupan masyarakat,” jelas Asri.

Baca Juga  Namanya Disebut "Danai" Calon Rektor Unhas, UM: Ini Fitnah Besar

BPW KKLR Sulsel menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati HPRL ke-79 dan HUT KKLR ke-69, termasuk Malam Ramah Tamah, Senam Sehat, Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan kegiatan lainnya yang berlangsung pada 25-26 Januari 2025.

Beberapa fungsionaris organisasi turut hadir dalam kegiatan ini, seperti Wakil Ketua Umum BPP KKLR Dr. Abdul Talib Mustafa, Wakil Sekjen Syahruddin Hamun, Ketua Umum KKLT dr. Abd Rahman Rauf, serta Sekretaris KKRB Gerfan.

“Melalui Semarak HPRL-79 dan HUT KKLR ke-69, kami ingin mempererat solidaritas masyarakat Luwu Raya, sekaligus mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Datu Andi Djemma,” tutup Asri. (*)

Penulis : Asri

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...