MAKASSAR, TROTOAR.ID – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengevaluasi kerja sama PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) dengan PT Ifoshdeco dalam pengelolaan tambang di Blok Lingke Utara dan Bulu Bakang, Luwu Timur.
Desakan ini disampaikan Ketua Bidang Lingkungan Hidup BADKO HMI Sulsel, Ahmad Muzawir Saleh, dalam pernyataan resmi pada Kamis (27/02/2025).
Ia menilai keputusan menggandeng perusahaan dari luar Sulsel bertentangan dengan semangat kemandirian daerah dalam mengelola sumber daya alamnya.
Baca Juga :
“Kami sangat menyayangkan keputusan Perseroda yang justru bekerja sama dengan perusahaan dari luar daerah. Seharusnya, ini menjadi peluang untuk memberdayakan potensi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi Sulsel,” tegas Muzawir.
Menurutnya, sebagai pemegang konsesi tambang, PT SCI (Perseroda) seharusnya mampu mengelola sumber daya tersebut secara mandiri.
Jika pun diperlukan mitra, maka perusahaan lokal harus menjadi prioritas utama dalam kerja sama bisnis ini.
“Pemerintah Provinsi Sulsel perlu mengevaluasi kebijakan ini agar sumber daya lokal dapat menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Jika keputusan yang diambil tidak berpihak pada kepentingan daerah, maka evaluasi terhadap Direktur Perseroda Sulsel harus dilakukan,” tambahnya.
Muzawir juga menyoroti bahwa langkah Perseroda yang memberikan 49 persen saham kepada perusahaan luar bisa berpotensi merugikan masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa BADKO HMI Sulsel akan terus mengawal isu ini dan mendesak Pemprov Sulsel agar lebih berkomitmen dalam memberdayakan potensi lokal.
“Selama ini, sumber daya kita lebih banyak dieksploitasi oleh perusahaan luar. Keputusan ini harus dievaluasi ulang oleh Pemprov Sulsel. Kami akan menggulirkan isu ini ke DPRD, Pemprov, hingga turun ke jalan jika perlu, demi memastikan hak masyarakat lokal terpenuhi,” pungkasnya.



Komentar