DPRD MAKASSAR

DPRD Makassar Geram Ritel Modern Menjamur, Siap Panggil Alfamart hingga Indomaret

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 04 Agustus 2025 16:31

DPRD Makassar Geram Ritel Modern Menjamur, Siap Panggil Alfamart hingga Indomaret
DPRD Makassar Geram Ritel Modern Menjamur, Siap Panggil Alfamart hingga Indomaret

MAKASSAR, Trotoar.id – Menjamurnya toko ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan sejenisnya di Kota Makassar memicu reaksi keras dari DPRD Kota Makassar.

Dewan menilai keberadaan ritel modern berdampak negatif pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta belum memberikan keberpihakan nyata kepada masyarakat lokal.

Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi B bersama Komisi A DPRD Makassar berencana memanggil seluruh perwakilan ritel modern.

Rapat ini akan difokuskan pada evaluasi perizinan, dampak terhadap UMKM, serta kontribusi ritel terhadap perekonomian daerah.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, menegaskan pemanggilan tersebut adalah bentuk pengawasan serius dewan terhadap aktivitas ritel modern di kota ini.

“Kami ingin tahu bagaimana izin-izin mereka, Amdal, Amdalalin, hingga izin parkirnya,” tegas Ismail.

Ia menyoroti sistem Online Single Submission (OSS) yang membuat proses pendirian ritel modern semakin mudah, namun dikhawatirkan tanpa kajian mendalam soal dampaknya terhadap UMKM di sekitar.

Padahal, kata Ismail, Pemkot Makassar telah memiliki kebijakan pro-UMKM, termasuk aturan yang mewajibkan ritel modern menyerap produk lokal.

“Dulu ada aturan, sekian persen produk lokal harus masuk di rak Alfamart dan Alfamidi. Tapi sekarang, kami tidak tahu apakah aturan itu masih dipatuhi,” ujar Ketua KONI Makassar ini.

Ismail berharap rapat dengar pendapat nanti bisa menjadi momentum untuk mengoreksi pertumbuhan ritel modern agar tidak terus merugikan pengusaha kecil.

Selain soal UMKM, Komisi A DPRD Makassar juga menyoroti persoalan tenaga kerja. Anggotanya, Tri Zulkarnain, menegaskan DPRD ingin memastikan ritel modern benar-benar memberi prioritas pada warga lokal.

“Kami ingin tahu, berapa komposisi tenaga kerja mereka. Jangan sampai yang dipekerjakan justru lebih banyak dari luar daerah,” tegas Tri.

Menurutnya, ritel modern yang beroperasi di Makassar seharusnya punya komitmen jelas untuk memberdayakan tenaga kerja asal kota ini.

“Kalau mereka beroperasi di Makassar, maka warga Makassar juga harus diberi prioritas untuk bekerja,” tutupnya.

DPRD Makassar menegaskan pemanggilan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk memastikan keberadaan ritel modern tidak hanya menguntungkan korporasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan UMKM lokal.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro02 Mei 2026 19:28
Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum I...
Politik02 Mei 2026 15:45
Mubes IKA Unhas: Andi Amran Sulaiman Kantongi Dukungan 84,5 Persen
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas), Muhammad Ramli Rahim, mengung...
Politik02 Mei 2026 15:41
Mubes IKA Unhas 2026 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Strategis Arah Organisasi Alumni
MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points, Makassar...
Parlemen02 Mei 2026 15:32
Yeni Rahman Hadiri Upacara Hardiknas Sulsel 2026, Dorong Penguatan Kurikulum dan Fasilitas Sekolah
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (...