MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rachmatika Dewi, bersama sejumlah perwakilan fraksi meninjau beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berpotensi dijadikan kantor sementara pascainsiden kebakaran gedung DPRD Sulsel pada 29 Agustus yang lalu.
Sejumlah lokasi yang ditinjau antara lain kantor Dinas Perhubungan, kompleks Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bina Marga, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Selasa (3/9/2025).
Rachmatika menjelaskan, saat ini DPRD Sulsel masih mengkaji sejumlah opsi untuk menempatkan 85 anggota dewan agar tetap dapat menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.
Baca Juga :
“Beberapa hari ini kami melakukan peninjauan di beberapa aset pemerintah provinsi untuk penggunaan kantor DPRD. Tentu ini masih perlu dikaji secara mendalam karena masa berkantor sementara tidak akan singkat, bisa cukup panjang,” terangnya.
Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai lokasi kantor sementara akan diputuskan bersama Gubernur Sulsel. Hal itu penting untuk memastikan sinergi dengan dinas-dinas yang lebih dulu berkantor di lokasi tersebut.
“Kami tidak ingin mengganggu aktivitas teman-teman dinas yang memang sudah berkantor di situ. Prinsipnya kita ingin sinergi, memanfaatkan aset yang ada secara bersama-sama,” ungkap politisi Partai NasDem yang akrab disapa Cicu ini.
Meski demikian, Rachmatika berharap gedung DPRD yang terbakar tetap dapat difungsikan sementara, sembari dilakukan inventarisasi dan pembersihan barang-barang yang masih bisa diselamatkan setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian rampung.
Terkait kriteria kantor sementara, ia menegaskan bahwa faktor keamanan dan lokasi yang strategis di wilayah Kota Makassar menjadi pertimbangan utama.
“Yang penting mudah diakses semua pihak. Dari segi kelayakan, sejauh ini cukup layak digunakan sebagai kantor darurat. Insya Allah kami siap menempati,” pungkasnya.



Komentar