Erwin Aksa

Erwin Aksa Kupas Gagasan Politik Tengah di Islamic Leadership Forum UIN Alauddin Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 24 November 2025 19:25

Erwin Aksa Kupas Gagasan Politik Tengah di Islamic Leadership Forum UIN Alauddin Makassar
Erwin Aksa Kupas Gagasan Politik Tengah di Islamic Leadership Forum UIN Alauddin Makassar

Makassar, Trotoar.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Islamic Leadership Forum bertema “Relasi Islam dan Pancasila dalam Kehidupan Politik”, Minggu (23/11/2025). 

Forum ini menghadirkan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Erwin Aksa, sebagai pembicara utama untuk membahas bagaimana nilai Islam dan Pancasila bertemu dalam praktik politik kebangsaan, termasuk peran politik tengah dalam merawat moderasi beragama di Indonesia.

Ketua DEMA UIN Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyampaikan penghargaan atas kesediaan Erwin hadir di kampus hijau tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi ruang dialog akademik yang penting bagi mahasiswa.

“Beliau kami anggap relevan dengan tema kegiatan karena relasi Islam dan Pancasila sangat berkaitan dengan tugas Komisi VIII DPR RI. Diskusi seperti ini menjadi ruang literasi politik bagi mahasiswa,” ujarnya.

Zulhamdi berharap kegiatan serupa terus digelar, agar kampus menjadi pusat integrasi antara kajian akademik dan dinamika politik kebangsaan.

Dalam sesi wawancara, Erwin menegaskan bahwa forum semacam ini sangat dibutuhkan generasi muda agar lebih memahami kerja–kerja politik, terutama fungsi DPR sebagai lembaga representatif.

“Yang penting generasi muda tahu bahwa anggota DPR, termasuk saya, harus terus berkomunikasi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka,” kata Erwin.

Ia menyebut DPR tidak hanya membentuk undang-undang, tetapi juga mengawasi anggaran negara serta memperbaiki kebijakan publik berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Memasuki tema inti, Erwin menjelaskan bahwa politik tengah merupakan karakter historis dan ideologis bangsa Indonesia. Politik tengah merujuk pada posisi moderat yang tidak terjebak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.

“Politik tengah selalu memimpin karena kita punya umat Islam moderat dalam jumlah besar. Masyarakat Indonesia ingin damai dan rukun, dan itu sejalan dengan ajaran Islam,” terangnya.

Ia menyebut moderasi Islam yang berkembang di Indonesia menjadi dasar mengapa relasi Islam dan Pancasila tidak pernah bertentangan. Justru keduanya saling menguatkan dalam menjaga kebinekaan.

“Kita tidak mengalami konflik sektarian seperti di beberapa negara Timur Tengah. Kita hidup rukun, damai, dan mengamalkan Pancasila dengan baik,” tegasnya.

Erwin juga mengingatkan bahwa intoleransi bisa meningkat bila persoalan ekonomi tidak ditangani serius. Menurutnya, ketidakstabilan ekonomi sering menjadi pintu masuk munculnya ideologi ekstrem.

“Kalau masyarakat hidup miskin atau dalam kemiskinan ekstrem, paham ekstrem lebih mudah masuk,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya:

  • memperluas lapangan kerja formal,
  • memperbaiki ekonomi keluarga,
  • mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman konsumtif,
  • serta mendorong investasi di sektor produktif.

Dengan ketahanan ekonomi yang kuat, masyarakat akan lebih rasional menghadapi dinamika politik dan tidak mudah terprovokasi paham yang memecah belah.

Pada akhir pertemuan, Erwin memperkenalkan bukunya berjudul “Jalan Tengah Golkar” yang mengulas posisi ideologis Golkar sebagai partai yang konsisten menjaga nilai Pancasila di tengah berbagai perubahan politik nasional.

“Di situ dijelaskan relevansi politik hari ini dan bagaimana Golkar mengawal negara tetap toleran, damai, dan bersatu,” ujarnya.

Erwin menegaskan bahwa Golkar memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga stabilitas politik nasional.

“Banyak keberhasilan kebijakan Golkar yang menjaga negara kita tetap toleran dan bersatu,” pungkasnya.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...