Pemkot Makassar

Konektivitas Kepulauan Naik Kelas, Pemkot Makassar Dekatkan Teknologi Jepang ke Sangkarrang

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 28 November 2025 18:55

Konektivitas Kepulauan Naik Kelas, Pemkot Makassar Dekatkan Teknologi Jepang ke Sangkarrang
Konektivitas Kepulauan Naik Kelas, Pemkot Makassar Dekatkan Teknologi Jepang ke Sangkarrang

YOKOHAMA, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat konektivitas dan pelayanan publik bagi warga di wilayah kepulauan, baik untuk kebutuhan saat ini maupun masa mendatang. 

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan kehadirannya pada Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 untuk mendorong kolaborasi internasional yang dapat menjawab kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan, khususnya di Kecamatan Sangkarrang.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Munafri menggelar pertemuan strategis dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT). 

Pertemuan berlangsung di Tokyo, Jumat (28/11/2025), dan diterima langsung oleh Counsellor for Global Strategies, Minister’s Secretariat, YAO Mitsuhiro. Fokus pembahasan adalah peluang kerja sama dalam pengembangan Smart Island Project di Pulau Barrang Lompo.

Dalam sesi diskusi, Munafri menyampaikan berbagai tantangan utama yang dihadapi warga kepulauan, mulai dari akses transportasi laut, kondisi dermaga, hingga keterbatasan infrastruktur layanan dasar. 

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Beberapa Ruko di Kompleks Zamrud

Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Jepang bukan sebatas agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat kepulauan.

“Kami memiliki beberapa pulau yang selama ini butuh perhatian khusus. Ini membuka peluang kolaborasi dengan Jepang untuk membangun kepulauan sebagai bagian dari transformasi Smart City yang modern, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Munafri, yang akrab disapa Appi.

Menurutnya, pertemuan dengan MLIT menjadi pintu masuk penting untuk mempercepat pengembangan Smart Island Project di Pulau Barrang Lompo serta membuka peluang peningkatan akses bagi pulau-pulau lainnya di Makassar. 

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Makassar untuk membangun wilayah kepulauan yang lebih modern, terpadu, dan mampu mendukung keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Program Smart Island diharapkan menjadi model pengembangan pulau berkelanjutan berbasis teknologi, mulai dari transportasi, energi, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Baca Juga  902 Siswa Disabilitas di Sulsel Terima Bantuan Tabungan Pendidikan dari Gubernur

Lebih jauh, Munafri memaparkan bahwa kondisi ombak di perairan antar-pulau Makassar kerap mencapai 3–4 meter, sehingga menyulitkan mobilitas warga. Hal ini paling dirasakan oleh para pelajar yang harus menyeberangi laut setiap hari untuk bisa bersekolah.

“Beberapa pulau tidak memiliki sekolah, sehingga siswa dari pulau lain harus melintasi ombak menuju daratan atau pulau terdekat. Mereka membutuhkan perahu umum atau kapal yang mampu menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya,” jelas Munafri.

Ia juga mencontohkan realitas warga yang harus berpindah dari satu pulau ke daratan kota, kemudian melanjutkan perjalanan ke pulau lain hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

Situasi tersebut menunjukkan perlunya sistem transportasi laut terpadu yang lebih aman, termasuk kapal penumpang antar-pulau dan fasilitas dermaga yang memadai.

Baca Juga  Visi Misi Sama, Danny Apresiasi Hadirnya Aplikasi Lokal Manre Food

“Ini yang sedang kami cari solusinya. Kami membutuhkan sarana transportasi dan penyeberangan yang lebih layak, kapal atau perahu yang dapat membantu mobilitas warga kepulauan,” ujarnya.

Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menghadirkan pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. 

Menurutnya, tantangan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk membiarkan kesenjangan layanan publik terus terjadi.

Saat ini, Kota Makassar memiliki sekitar 12 pulau berpenghuni dan menjadi destinasi strategis, yakni Pulau Langkai, Barrang Lompo, Samalona, Kodingareng Keke, Barrang Caddi, Lanjukkang, Lumu-lumu, Bone Tambung, Kodingareng, Lae-lae, Pulau Kayangan, serta Lae-lae. 

Pemerintah berharap kolaborasi dengan Jepang dapat membuka jalan bagi pulau-pulau tersebut untuk naik kelas melalui layanan transportasi yang lebih aman dan infrastruktur yang lebih modern.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...