Makassar. Trotoar.id — Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Meski baru sekitar 10 bulan memimpin, bupati perempuan pertama dalam sejarah Kabupaten Barru ini mencatatkan sejumlah langkah strategis yang ia sebut sebagai fase penting transisi pemerintahan menuju Barru yang lebih maju dan berdaya saing.
Sebagai politisi perempuan Partai Golkar yang kini berada di garis depan kepemimpinan daerah, Andi Ina menyebut tahun 2025 sebagai momentum penataan dasar pembangunan, baik melalui pembenahan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, hingga peningkatan konektivitas wilayah.
Baca Juga :
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan infrastruktur dasar dapat berfungsi optimal. Jalan penghubung antar wilayah, ruang publik, dan fasilitas pelayanan umum terus kami benahi secara bertahap,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud komitmen menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat hingga pelosok desa.
Pemerintah juga memperkuat sarana penunjang aktivitas ekonomi warga agar mobilitas, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju layanan sosial semakin lancar dan efisien.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Barru tetap aktif menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pembiayaan program strategis.
Upaya itu mulai membuahkan hasil dengan hadirnya sejumlah program nasional yang kini turut menyentuh masyarakat Barru.
“Alhamdulillah, berbagai program pusat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kini mulai dirasakan. Ini bukti bahwa kerja kolaboratif antar level pemerintahan menghadirkan manfaat nyata bagi daerah,” jelasnya.
Andi Ina menyebut Barru kini berada pada fase transisi penting: dari pembenahan infrastruktur dasar menuju penataan daerah yang lebih modern, tertib, dan berkeadilan.
Karena itu, memasuki tahun 2026, pemerintah daerah telah menyiapkan arah pembangunan yang lebih terstruktur dan sistematis.
Menurutnya, pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perluasan ruang partisipasi masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh rakyat Barru. Karena itu setiap kebijakan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Evaluasi dan penyempurnaan program akan terus dilakukan agar hasil pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menilai tahun 2026 bukan sekadar pergantian waktu, melainkan babak penting untuk mengonsolidasikan capaian pembangunan yang telah dirintis agar Barru semakin maju, kuat, dan kompetitif.
“Komitmen kami jelas, memastikan kemajuan Barru tidak bersifat sesaat, tetapi mampu menjawab tantangan masa depan dan menjaga stabilitas serta kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” tutupnya.
Andi Ina berharap komitmennya bersama Wakil Bupati dapat terus menguatkan semangat kerja pemerintah daerah untuk mewujudkan Barru yang “Mappadeceng”, sejahtera, dan memberi manfaat luas bagi seluruh masyarakat.



Komentar