Pemda Lutra

Hanya 20 Persen Petani Baca Label Pestisida, Alishter Ingatkan Risiko Keracunan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 15 Mei 2026 20:13

Hanya 20 Persen Petani Baca Label Pestisida, Alishter Ingatkan Risiko Keracunan

LUWU UTARA, TROTOAR.ID — Rendahnya kesadaran petani dalam membaca label kemasan pestisida menjadi perhatian serius.

Dari hasil pelatihan yang digelar Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter), terungkap hanya sekitar 20 persen petani yang membaca instruksi penggunaan sebelum melakukan penyemprotan.

Fakta tersebut disampaikan Ketua Umum Alishter, Mulyadi Benteng, saat memberikan materi dalam Pelatihan Pestisida Terbatas di Lapangan Desa Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.

“Petani hanya 20 persen yang baca label. Jadi memang kebanyakan tidak membaca,” ujarnya.

Dalam materi bertajuk Teori Pemeliharaan, Kalibrasi Sprayer, dan Penyemprotan yang Aman dan Efektif, Mulyadi menekankan pentingnya penggunaan pestisida secara tepat, baik dari sisi dosis maupun teknik aplikasi.

Menurutnya, penggunaan yang tidak sesuai aturan bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan petani dan lingkungan.

“Pestisida bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan benar. Tapi jika sesuai dosis dan aturan, risikonya bisa diminimalkan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, ketidakpatuhan terhadap petunjuk penggunaan dapat meningkatkan risiko keracunan serta merusak ekosistem lahan pertanian.

Selain itu, Mulyadi juga menyoroti kebiasaan petani yang mencampur berbagai jenis pestisida tanpa dasar ilmiah yang jelas atau dikenal dengan praktik “oplosan”.

Menurutnya, praktik tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu reaksi kimia yang tidak terkontrol.

“Mencampur pestisida tanpa panduan itu seperti melakukan eksperimen tanpa pengaman. Ini sangat berisiko,” tegasnya.

Ia pun mengimbau para penyuluh pertanian lapangan (PPL) agar tidak merekomendasikan praktik pencampuran pestisida kepada petani.

Tak hanya itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi sorotan dalam pelatihan tersebut. Petani diwajibkan menggunakan perlengkapan seperti masker dan sarung tangan untuk mencegah paparan bahan kimia berbahaya.

“APD itu wajib. Tanpa itu, risiko keracunan sangat besar, apalagi jika pestisida digunakan tanpa mengikuti aturan,” tambahnya.

Mulyadi menilai, rendahnya minat membaca label dipengaruhi oleh kebiasaan dan pengalaman petani yang merasa sudah cukup memahami penggunaan pestisida.

Padahal, label pada kemasan bukan sekadar formalitas, melainkan panduan penting untuk melindungi kesehatan pengguna serta menjaga keamanan hasil pertanian bagi konsumen.

Melalui pelatihan ini, Alishter bersama Dinas Pertanian Luwu Utara berharap kesadaran petani terhadap penggunaan pestisida yang aman dapat meningkat, sehingga tercipta praktik pertanian yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah15 Mei 2026 20:23
Koperasi Merah Putih Segera Diresmikan, Wabup Sidrap Tekankan Kekuatan Kolaborasi
SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, mengapresiasi kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam persiapan peresmian Koperasi Me...
Daerah15 Mei 2026 20:19
Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Usai Tiba dari Jakarta
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana dengan langsung meninjau lokasi...
Daerah15 Mei 2026 20:16
Bupati Sidrap Turun Langsung Pantau Banjir, Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Drainase Tersumbat
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Tellu Limpoe,...
Metro15 Mei 2026 20:11
Pemkot Makassar Tertibkan 16 Lapak di Fasum Barawajah, Akses Jalan Kembali Difungsikan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kecamatan Panakkukang terus menggencarkan penataan wilayah sebagai bagian dari program berkelanjutan Pemerintah Ko...