Pemprov Sulsel

Duka Pangkep Berbuah Kebijakan: Gubernur Sulsel Jamin Masa Depan Anak Korban Kapal Tenggelam

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 21 Mei 2026 15:31

Duka Pangkep Berbuah Kebijakan: Gubernur Sulsel Jamin Masa Depan Anak Korban Kapal Tenggelam

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tragedi tenggelamnya kapal di perairan Pangkep pada Desember 2025 tidak hanya menyisakan luka, tetapi juga memicu respons kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memastikan negara hadir, bukan sekadar di saat bencana, tetapi juga dalam menjamin masa depan keluarga korban.

Salah satu langkah konkret itu diwujudkan melalui pemberian beasiswa penuh kepada anak korban, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Bantuan tersebut menyasar Usaid bin Imran, anak dari almarhum Imran seorang aktivis kemanusiaan yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Penyerahan bantuan yang dilakukan di Kabupaten Gowa menjadi simbol kehadiran negara dalam fase pascabencana, ketika perhatian publik biasanya mulai meredup.

Pemerintah tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi melangkah ke jaminan jangka panjang: pendidikan.

Staf Khusus Gubernur, Achmad Hidayat, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung gubernur sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Beasiswa tersebut mencakup pembiayaan penuh pendidikan di sekolah swasta hingga lulus SMA sebuah langkah yang, dalam konteks kebijakan sosial, menunjukkan pendekatan lebih progresif dibanding bantuan konvensional yang bersifat sesaat.

Dalam perspektif yang lebih luas, kebijakan ini memperlihatkan upaya membangun narasi bahwa negara tidak abai terhadap korban bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.

Pendidikan dipilih sebagai instrumen intervensi karena dinilai paling strategis dalam memutus rantai dampak sosial-ekonomi pascatragedi.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban.

Namun, pemberian beasiswa menjadi penanda pergeseran pendekatan dari sekadar bantuan kompensasi menuju investasi masa depan.

Meski demikian, langkah ini sekaligus membuka ruang pertanyaan publik: apakah kebijakan serupa akan menjadi standar bagi seluruh korban bencana di Sulawesi Selatan, atau hanya bersifat selektif?

Di tengah sorotan itu, satu hal menjadi jelas tragedi Pangkep telah mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya merespons, tetapi juga merumuskan bentuk kepedulian yang lebih berkelanjutan.

Dengan kebijakan ini, Pemprov Sulsel mencoba mengirim pesan kuat: di balik setiap bencana, negara harus tetap hadir bukan hanya untuk menutup luka, tetapi juga membuka harapan.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro06 Juni 2026 19:26
Aliyah Mustika Ilham Usulkan Pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat di DPRD
MAKASSAR, TROTOAR.ID— Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengusulkan pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) di tingkat DPRD provin...
Nasional06 Juni 2026 19:15
Menaker Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah
JAKARTA, Trotoar.id — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja pene...
News06 Juni 2026 18:00
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Sulsel Tanam 1.000 Mangrove di Selayar
SELAYAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di Lingkungan Matalallang, Kelurah...
Daerah06 Juni 2026 17:57
Gubernur Sulsel Buka Celebes Scooter Party XIX 2026 di Selayar, Tekankan Silaturahmi dan Promosi Wisata
SELAYAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka kegiatan Celebes Scooter Party XIX 2026 yang digelar d...