MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tragedi tenggelamnya kapal di perairan Pangkep pada Desember 2025 tidak hanya menyisakan luka, tetapi juga memicu respons kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memastikan negara hadir, bukan sekadar di saat bencana, tetapi juga dalam menjamin masa depan keluarga korban.
Salah satu langkah konkret itu diwujudkan melalui pemberian beasiswa penuh kepada anak korban, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Baca Juga :
Bantuan tersebut menyasar Usaid bin Imran, anak dari almarhum Imran seorang aktivis kemanusiaan yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Penyerahan bantuan yang dilakukan di Kabupaten Gowa menjadi simbol kehadiran negara dalam fase pascabencana, ketika perhatian publik biasanya mulai meredup.
Pemerintah tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi melangkah ke jaminan jangka panjang: pendidikan.
Staf Khusus Gubernur, Achmad Hidayat, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung gubernur sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Beasiswa tersebut mencakup pembiayaan penuh pendidikan di sekolah swasta hingga lulus SMA sebuah langkah yang, dalam konteks kebijakan sosial, menunjukkan pendekatan lebih progresif dibanding bantuan konvensional yang bersifat sesaat.
Dalam perspektif yang lebih luas, kebijakan ini memperlihatkan upaya membangun narasi bahwa negara tidak abai terhadap korban bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Pendidikan dipilih sebagai instrumen intervensi karena dinilai paling strategis dalam memutus rantai dampak sosial-ekonomi pascatragedi.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban.
Namun, pemberian beasiswa menjadi penanda pergeseran pendekatan dari sekadar bantuan kompensasi menuju investasi masa depan.
Meski demikian, langkah ini sekaligus membuka ruang pertanyaan publik: apakah kebijakan serupa akan menjadi standar bagi seluruh korban bencana di Sulawesi Selatan, atau hanya bersifat selektif?
Di tengah sorotan itu, satu hal menjadi jelas tragedi Pangkep telah mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya merespons, tetapi juga merumuskan bentuk kepedulian yang lebih berkelanjutan.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Sulsel mencoba mengirim pesan kuat: di balik setiap bencana, negara harus tetap hadir bukan hanya untuk menutup luka, tetapi juga membuka harapan.




Komentar