Pemkab Barru

PAD Barru Baru Tembus 45,72 Persen, Abustan Genjot Digitalisasi untuk Dongkrak Pendapatan Daerah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 20 September 2026 17:40

PAD Barru Baru Tembus 45,72 Persen, Abustan Genjot Digitalisasi untuk Dongkrak Pendapatan Daerah

BARRU, Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat langkah mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026. Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi hingga optimalisasi sektor potensial menjadi strategi yang didorong untuk meningkatkan penerimaan daerah.

Hingga Triwulan II 2026, realisasi pajak daerah Kabupaten Barru tercatat mencapai 45,72 persen. Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat optimalisasi pendapatan pada periode berikutnya.

Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menegaskan peningkatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan intensifikasi pemungutan. Pemerintah daerah juga perlu menghadirkan sistem pelayanan yang lebih modern, transparan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Evaluasi PAD dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Triwulan II Tahun 2026 di Baruga Singkeru Adae, Rumah Jabatan Bupati Barru, Senin (31/8/2026).

Menurut Abustan, PAD merupakan salah satu instrumen penting untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah dalam membiayai pembangunan. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dituntut lebih kreatif dalam menggali sumber pendapatan tanpa mengabaikan kualitas pelayanan publik.

“PAD ini penting karena merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan kita. Karena itu, inovasi dan kreativitas harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga  Wabup Abustan Buka Perkemahan Pramuka Barru, 500 Peserta Didorong Jadi Generasi Tangguh

Salah satu strategi yang menjadi perhatian adalah memperluas penggunaan transaksi non-tunai dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Abustan meminta Bapenda bersama perangkat daerah terkait mempercepat edukasi penggunaan layanan pembayaran elektronik, termasuk QRIS, agar masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban perpajakannya.

Ia juga mendorong agar berbagai kegiatan dan event pemerintah daerah mulai mengoptimalkan transaksi digital sebagai bagian dari percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Bagi Abustan, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi instrumen untuk memperbaiki tata kelola pendapatan agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

Dari hasil evaluasi, realisasi retribusi jasa umum hingga Triwulan II berada di kisaran 32 persen. Retribusi jasa usaha sekitar 37 persen, sementara retribusi perizinan tertentu telah mencapai sekitar 50 persen.

Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena tahun anggaran 2026 telah memasuki periode yang membutuhkan percepatan realisasi target pendapatan.

Khusus PBB-P2, Abustan meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memperkuat pendekatan kepada masyarakat agar tingkat kepatuhan pembayaran semakin meningkat.

Baca Juga  Mantan Wabup Bantaeng Meninggal, Azikin Solthan: Beliau Birokrasi Paripurna

Namun, ia mengingatkan bahwa optimalisasi penerimaan tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani warga.

“Manfaatkan momentum untuk meningkatkan PAD, tetapi lakukan dengan membahagiakan masyarakat. Pendekatannya harus persuasif dan memberikan pelayanan yang baik,” pesannya.

Selain mengoptimalkan pajak daerah, Pemkab Barru juga mulai membidik sejumlah sektor yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan.

Di sektor kesehatan, Abustan mendorong pembenahan pengelolaan retribusi pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, termasuk memperluas sistem pembayaran non-tunai.

Penguatan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) juga menjadi perhatian agar fasilitas tersebut mampu memberikan layanan pengujian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sementara di sektor perhubungan, perangkat daerah diminta memetakan kembali potensi penerimaan dari parkir, pelayanan kepelabuhanan, hingga pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.

Sektor pariwisata pun tidak luput dari perhatian. Abustan menilai objek wisata yang dikelola pemerintah perlu ditata secara lebih profesional agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah.

Bahkan, penerapan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada sejumlah objek wisata dinilai layak dikaji sebagai salah satu alternatif penguatan pengelolaan.

Baca Juga  Kafilah Sidrap Sukses Tempati 9 Besar MTQ Sulsel di Maros

Di sisi lain, Abustan menekankan bahwa keberhasilan peningkatan PAD membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, serta pengelola retribusi diminta memperkuat koordinasi dan tidak bekerja secara sektoral.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai mitra dalam membangun kemandirian fiskal daerah, bukan semata-mata menjadi objek pemungutan pajak dan retribusi.

“Yang kita lakukan bukan hanya bagaimana meningkatkan PAD, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan merasa nyaman,” tegasnya.

Evaluasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Barru yang sebelumnya dibuka Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.

Pemkab Barru berharap percepatan digitalisasi, pembenahan sistem pemungutan, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Dengan demikian, peningkatan PAD tidak hanya tercermin dalam angka penerimaan, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barru.

Penulis : adv

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen08 November 2026 00:28
Ranperda APBD Sulsel 2027, Gubernur Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2027 memasuki ta...
Politik07 November 2026 20:26
Target Rampung Sebelum 2027, Golkar Makassar Bentuk Panitia Musda, Ismail Ditunjuk Pimpin OC
MAKASSAR,, TROTOA.ID— DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mempercepat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) dengan membentuk struktur kepanitiaan...
Daerah07 November 2026 19:16
Lepas Kontingen Porprov XVIII, Bupati Sidrap Bidik 10 Besar dan Targetkan 10 Emas
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 202...
Metro07 November 2026 18:55
Gebyar HUT ke-419 Makassar, Dispora Hadirkan Padel, Golf, Memancing hingga Youth Move Lab
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi kota, tetapi juga ruan...