Pemda Barru

12 Wilayah Barru Diusulkan Masuk Program Listrik Perdesaan, Enam Lokasi Hadapi Kendala Kawasan Hutan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 23 September 2026 17:33

12 Wilayah Barru Diusulkan Masuk Program Listrik Perdesaan, Enam Lokasi Hadapi Kendala Kawasan Hutan

BARRU, Trotoar.id – Pemerataan akses listrik masih menjadi pekerjaan yang perlu dikawal Pemerintah Kabupaten Barru. Sebanyak 12 lokasi diusulkan masuk dalam Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 untuk memperluas jangkauan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat.

Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan administratif dan perizinan. Enam dari 12 lokasi yang diusulkan diketahui memiliki keterkaitan dengan kawasan hutan sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan instansi berwenang.

Pemerintah Kabupaten Barru kini melakukan pengawalan terhadap seluruh usulan tersebut agar dapat memenuhi persyaratan teknis, kesiapan lahan, dan ketentuan perizinan sebelum memasuki tahap pembangunan.

Persoalan itu menjadi pembahasan dalam Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan yang difasilitasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) di Kantor PT PLN UID Sulselrabar, Senin (21/9/2026).

Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menghadiri kegiatan tersebut mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.

Baca Juga  Kepastian Hukum Lahan Jadi Perhatian Barru, Abustan Soroti HGU hingga Tata Ruang Pesisir

Berdasarkan roadmap Program Lisdes Sulawesi Selatan 2026–2029, Kabupaten Barru mengusulkan 12 lokasi dengan rencana pelaksanaan bertahap. Enam lokasi dijadwalkan masuk usulan tahun 2026, sedangkan enam lainnya direncanakan pada 2027.

Perhatian khusus diberikan terhadap enam lokasi yang berkaitan dengan kawasan hutan. Kondisi tersebut membutuhkan penelusuran status lahan, validasi data, serta pemenuhan ketentuan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.

Pemkab Barru menilai persoalan tersebut perlu ditangani sejak tahap perencanaan agar tidak menjadi hambatan ketika program memasuki tahapan pelaksanaan.

Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pengawalan program, terutama untuk memastikan kejelasan status lokasi dan kesiapan administrasi setiap usulan.

Abustan hadir bersama Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas PMDPPKB, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Barru untuk memperkuat koordinasi perangkat daerah sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam forum tersebut, usulan lokasi dari pemerintah kabupaten/kota dikonfirmasi, divalidasi, dan diklarifikasi bersama Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, PLN, Kementerian ESDM, serta kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga  Bupati Syaharuddin Pimpin Simulasi Pembukaan Porsenijar, Periksa Detail hingga Alur Peserta

Hasil sinkronisasi akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan PLN dalam menentukan langkah tindak lanjut serta kesiapan masing-masing lokasi.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin menyampaikan bahwa Program Listrik Perdesaan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses energi bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan listrik.

Menurutnya, ketersediaan listrik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Program Lisdes 2026–2029 juga diarahkan untuk menjangkau wilayah yang secara geografis sulit diakses, termasuk daerah kepulauan dan kawasan dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan.

Sementara itu, EVP Pengembangan Listrik Desa PT PLN (Persero) Ahmad Mustaqir menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memastikan validitas data usulan, kesiapan lahan, serta penyelesaian perizinan.

Baca Juga  Jejak JICA 30 Tahun di Barru, Dari Air Bersih hingga Peluang Kerja ke Jepang

Di Sulawesi Selatan, rasio elektrifikasi tercatat mencapai 97,035 persen, sedangkan rasio desa berlistrik mencapai 98,91 persen. Meski demikian, masih terdapat wilayah yang membutuhkan perluasan akses maupun peningkatan keandalan pasokan listrik.

Bagi Kabupaten Barru, pengusulan 12 lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan.

Pemkab Barru berharap seluruh tahapan administrasi dan perizinan dapat diselesaikan melalui koordinasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan PLN.

Dengan demikian, usulan yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat berlanjut menuju realisasi pembangunan jaringan listrik yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebab, akses listrik bukan hanya persoalan penerangan, tetapi juga berkaitan dengan kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, dan menikmati pelayanan dasar secara lebih baik.

Penulis : ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...