Pemprov Sulsel

BI Siapkan Rp25 Miliar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jangkau Lima Pulau di Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 14 Oktober 2026 21:09

BI Siapkan Rp25 Miliar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jangkau Lima Pulau di Sulsel

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran Rupiah masyarakat di lima pulau di Sulawesi Selatan melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Ekspedisi hasil sinergi BI dan TNI Angkatan Laut tersebut dilepas Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, di Markas Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI), Makassar, Selasa (13/10/2026).

Misi pelayanan Rupiah di wilayah kepulauan ini dijadwalkan berlangsung hingga 19 Oktober 2026.

Mengusung tema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri”, ekspedisi ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Fatmawati mengatakan, pemerataan akses terhadap Rupiah merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif.

Menurutnya, kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memiliki banyak wilayah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan penukaran uang.

“Ekspedisi Rupiah ini memastikan bahwa Rupiah secara menyeluruh bisa diakses oleh masyarakat kita sampai dengan pulau terluar, dengan kesetaraan dan kedaulatan secara inklusif,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kolaborasi BI dan TNI Angkatan Laut yang memungkinkan layanan penukaran uang menjangkau masyarakat di pulau-pulau yang sulit diakses melalui jalur transportasi biasa.

Fatmawati menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung upaya pemerataan layanan keuangan tersebut.

Sinergi Pemprov Sulsel dan BI, kata dia, juga terlihat dalam penyediaan layanan penukaran uang pada momentum Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.

Pada pelaksanaan ERB tahun ini, kegiatan turut dirangkaikan dengan pengumpulan uang logam dan uang tidak layak edar melalui komunitas Vespa.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menjelaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program kolaborasi BI dan TNI Angkatan Laut yang telah berlangsung sejak 2012.

Selama 14 tahun pelaksanaan, program tersebut telah menyelenggarakan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T dengan jangkauan mencapai 766 pulau.

Rizki menyebut distribusi Rupiah di wilayah kepulauan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan hingga kualitas uang yang beredar di tengah masyarakat. Penggunaan mata uang selain Rupiah di sejumlah wilayah perbatasan juga menjadi perhatian.

Karena itu, penyediaan uang layak edar perlu diiringi edukasi mengenai pentingnya memperlakukan Rupiah dengan baik serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mata uang nasional.

“Di lima pulau itu nanti masyarakat dapat menukar uang lusuh dengan uang baru. Kami menyediakan uang sekitar Rp25 miliar dan berharap jumlahnya mencukupi kebutuhan penukaran masyarakat,” kata Rizki.

Dalam ekspedisi kali ini, BI dan TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Marlin 877 untuk melayani masyarakat di lima pulau, yakni Pulau Gondong Bali, Pulau Badi, Pulau Liukang Loe, Pulau Bahuluang, dan Pulau Selayar.

Kapal tersebut bertolak dari Makassar dan akan kembali ke kota yang sama setelah menuntaskan seluruh rangkaian pelayanan. Pelayaran hingga 19 Oktober 2026 itu diperkirakan menempuh jarak sekitar 410 mil laut.

Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, mengatakan pengerahan KRI Marlin 877 merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap upaya BI memperluas jangkauan layanan Rupiah di wilayah kepulauan.

Menurut dia, KRI Marlin 877 membawa 45 personel TNI Angkatan Laut, sementara BI menugaskan 15 personel untuk menjalankan layanan penukaran uang selama ekspedisi.

Selain layanan penukaran uang, ekspedisi ini juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial, seperti pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau yang disinggahi.

TNI Angkatan Laut turut merencanakan kegiatan open ship, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat kapal perang Indonesia.

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup pengumpulan uang logam, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), serta ekspo mini bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Melalui ekspedisi ini, BI dan TNI Angkatan Laut berharap masyarakat di wilayah kepulauan semakin mudah memperoleh uang Rupiah layak edar sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Penulis : Awal

 Komentar