MAKASSAR, Trotoar.id — Kesibukan memimpin Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tidak menghentikan langkah Syaharuddin Alrif dalam menuntaskan perjalanan akademiknya.
Bupati Sidrap itu berhasil melewati tahapan seminar hasil penelitian Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (21/10/2026).
Seminar yang berlangsung di Ruang Majelis Lantai II Fakultas Pertanian Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi doktoral Syaharuddin.
Dalam forum akademik itu, Syaharuddin memaparkan hasil penelitian disertasinya berjudul “Model Strategi Kebijakan Agribisnis Porang Berkelanjutan di Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Penelitian tersebut tidak sekadar membahas potensi porang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga mengkaji strategi kebijakan untuk membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan di Sidrap.
Pemaparan mencakup latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hasil kajian, hingga rekomendasi strategi pengembangan agribisnis porang.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari produksi dan pengolahan hingga pemasaran, kelembagaan, serta keberlanjutan usaha petani.
Pengembangan porang menjadi salah satu isu penting dalam penelitian tersebut karena peluang peningkatan nilai tambah sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi juga kemampuan membangun rantai usaha yang terintegrasi.
Syaharuddin menilai, porang memiliki potensi untuk memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mewujudkan potensi itu, diperlukan kebijakan yang terarah, terintegrasi, dan didukung hasil penelitian.
Perspektif tersebut menempatkan agribisnis porang bukan semata-mata sebagai urusan budidaya, melainkan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara petani, pengolahan hasil, pemasaran, dan kelembagaan usaha.
Jika dikelola melalui strategi yang tepat, pengembangan komoditas pertanian dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi.
Kajian ini juga relevan dengan pembangunan pertanian Sidrap yang membutuhkan pendekatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan rantai nilai dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Di tengah tanggung jawabnya sebagai kepala daerah, penyelesaian seminar hasil penelitian tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik Syaharuddin yang mengangkat persoalan pembangunan di daerahnya sendiri.
Pemilihan agribisnis porang sebagai objek penelitian mempertemukan kajian ilmiah dengan tantangan pengembangan sektor pertanian di Sidrap.
Namun, manfaat penelitian pada akhirnya akan bergantung pada bagaimana temuan dan rekomendasinya dapat diterjemahkan menjadi kebijakan serta program yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Kehadiran penelitian berbasis potensi daerah juga membuka ruang bagi pengambilan kebijakan yang lebih terukur, dengan mempertimbangkan kondisi produksi, kesiapan kelembagaan, akses pasar, dan keberlanjutan usaha pertanian.
Seminar hasil tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kepala Bapperida Herwin, Kepala BKAD Sunandar, Kepala Bagian Umum Irham Imran, serta Kepala Kantor Pertanahan Amir.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap proses akademik yang dijalani Syaharuddin sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kajian ilmiah yang berkaitan dengan potensi pembangunan pertanian daerah.
Dengan tuntasnya tahapan seminar hasil, Syaharuddin melanjutkan proses akademiknya menuju penyelesaian studi doktoral.
Penelitian mengenai model strategi kebijakan agribisnis porang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pertanian Sidrap, terutama dalam mendorong sistem agribisnis yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Bagi sektor pertanian, tantangan sesungguhnya bukan hanya menemukan komoditas potensial, melainkan memastikan potensi tersebut mampu menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat. (*)




Komentar