MAKASSAR, Trotoar.id — Masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesempatan yang diberikan kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan Hari Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atas inisiatif serta pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Bagi Andi Sudirman, program tersebut bukan sekadar upaya memperluas akses pendidikan.
Sekolah Rakyat juga membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk membangun masa depan yang lebih baik, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-cita yang mungkin sebelumnya terasa sulit dijangkau.
“Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045,” ungkap Andi Sudirman.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang telah menghadirkan kegiatan peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan.
“Kami ingin mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mensos RI yang telah berkenan melaksanakan kegiatan ini di Sulsel,” ujarnya.
Di balik program pendidikan, terdapat harapan besar agar latar belakang ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan.
Andi Sudirman menilai Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, memberikan akses pendidikan kepada anak-anak merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu dan keluarga, tetapi juga oleh masyarakat dan bangsa.
Ia bahkan membayangkan, dari ruang-ruang belajar Sekolah Rakyat saat ini, kelak akan lahir pemimpin yang mengambil peran penting dalam perjalanan Indonesia.
“Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari SR,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran harapan bahwa kesempatan belajar dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi negara.
Sebab, potensi seorang anak tidak semestinya ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarganya. Dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, setiap anak memiliki peluang untuk berkembang dan meraih cita-cita.
Di Sulawesi Selatan, pengembangan Sekolah Rakyat terus berjalan. Saat ini, sembilan Sekolah Rakyat telah beroperasi, sementara tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan.
Keberadaan sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Namun, perluasan akses pendidikan juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap kualitas pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik, fasilitas yang memadai, serta pembinaan karakter peserta didik.
Dengan dukungan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kepercayaan diri, mengenali potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata Andi Sudirman, akan terus mendukung pelaksanaan dan pengembangan program tersebut melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar tujuan memperluas akses pendidikan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pendidikan dalam mempersiapkan Indonesia menuju usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.
Andi Sudirman berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta memiliki kemampuan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.
Ia turut mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pembangunan demi kemajuan Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hasan Chabibie, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Rektor Universitas Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Pada akhirnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya akan diukur dari jumlah sekolah yang berdiri atau peserta didik yang terdaftar. Ukuran terpentingnya adalah seberapa besar program ini mampu mengubah kesempatan menjadi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkannya.
Dari ruang-ruang belajar Sekolah Rakyat hari ini, harapan menuju Indonesia Emas 2045 sedang disemai. Sebab, pemimpin masa depan bisa lahir dari mana saja, selama setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi.




Komentar