Rapat Monitoring Batal, KPK Kecewa Terhadap Pemrov Sulsel

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 09 Desember 2017 16:51

Rapat Monitoring Batal, KPK Kecewa Terhadap Pemrov Sulsel

 

Trotoar.id, Makassar — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berang melihat antusiasme Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulsel tidak memiliki keseriusan dalam ikut melakukan pencegahan korupsi.

Bahkan Rapat Monitoring dan evaluasi (Monev) yang di gelar KPK, cuma di hadiri beberapa kepala dinas, dan beberapa kepala dinas lainnya mangkir tifak hadir dal kegiatan yang di gelar hingga 13 desember mendatang.

“Kami ini cuma mau mengajak bagaiamana​ OPD bisa ikut berperan dalam melakukan pencegahan korupsi, dan saya sangat kecewa dengam prilaku Kepala OPD yang cuek akan kegiatan yang digelar KPK bersama pemerintah provinsi Sulawesi selatan,”Kata Dwi aprilia Linda selaku koordinator wilayah Sulsel Unit Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK ditemui usai Monev di Kantor Inspektorat Sulsel,

Suasana Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) KPK Bersama Pemerintah Provinsi Sulsel, yang Batal Kerena Antusiasme Kepala OPD Pemrov Sulsel yang Tak di Hadiri Sejumlah Kepala Dinas

Bahkan kegiatan monev yang dilakukan hari 0ertama Jum’at kemarin, dianggap tidak maksimal, sebab peserta yang seharunya dari kalangan pejabat eselon II, III, tidak merespon kegiatan pencegahan korupsi yang di gelar KPK.

Baca Juga  Kejati Sulselbar dan KPK Siap Kerjasama Ambil Paksa Stadion Andi Mattalatta

Karena hampir semua kepala OPD tidak hadir dan bahkan Surat Keputusan (SK) penetapan rencana aksi juga belum ada. Sehingga rencana aksi di undur.

Baca Juga  Seorang Mahasiswa Ikut Diperiksa KPK dalam Kasus Nurdin Abdullah

“Kemudian semua update atau rencana aksi tersebut bisa di laporkan di hari Rabu. Kita lihat bagaimana progresnya. Itulah nanti yang benar-benar di laksanakan atau tidak, dilihat komitmennya seperti apa,” tambahnya.

Dwi membeberkan, identifikasi sebenarnya telah dilaksanakan pada bulan April lalu dimana komitmen dilakukan pada tanggal 4 Mei dan selanjutnya KPK mengirimkan surat untuk menyusun SK dari Mei sampai bulan Desember. Akan tetapi SK yang dimaksud belum keluar juga.

Baca Juga  Dipanggil Jadi Saksi Terkait Kasus Bupati PPU di KPK, Andi Arief "Curhat" di Twitter

“Kita sesalkan usulan dilakukan bulan mei, untuk segera pemerintah provinsi Sulsel menyusun SK, namun sampai saat ini SK tersebut tak kunjung diterbitkan,”tambahnya.

Bahkan dari hasil identifikasi titik rawan terjadinya tindakan korupsi, Dwi menjelaskan ada lima hal di Sulsel yang masih lemah terkait, yakni perencanaan, penganggaran dan pengadaan barang dan jasa. Kemudian perizinan, lemahnya pengawasan dan SDM yang harus dikuatkan.

“Rekomendasinya itu planing yang terintegrasi, pengadaan barang dan jasa, Optimalisasi untuk perizinan jadi sudah tidak ada suap gratifikasi dan seterusnya, penguatan SDM jadi kalau tidak ada suap gratifikasi ataupun pemerasan dalam rotasi mutasi pegawai,” bebernya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...