Kabupaten Gowa Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Keuangan

Suriadi
Suriadi

Rabu, 28 Maret 2018 02:40

Kabupaten Gowa Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Keuangan

TROTOAR.ID, GOWA — Kabupaten Gowa menjadi salah satu dari 14 Kabupaten di Indonesia yang patut dijadikan percontohan terkait tata kelola keuangan berbasis aplikasi Siskuedes.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat, Maliki Heru Santosa pada saat menghadiri Workshop Evaluasi implementasi aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dalam tatakelola keuangan desa, di Rumah Jabatan Bupati Gowa Baruga Tinggimae, Senin (26/3).

Ia mengatakan, Aplikasi Siskeudes di Kabupaten Gowa merupakan salah satu dari 14 Kabupaten di Indonesia yang menjadi perbincangan dan melaksanakan secara konsisten dengan pemenuhan 121 Desa.

Baca Juga  Safari Ramadan di Pelataran Kantor Wali Kota Makassar, Ashar Tamanggong: Jangan Ada Orang Miskin Tidak Bayar Zakat

“Sejak dicanangkannya aplikasi ini, Gowa sangat aktif dalam bersosialisasi, dan pada tahun 2016 lalu telah digunakan secara serentak pada 121 Desa di Kabupaten Gowa, maka dari itu Gowa ini masuk di salah satu 14 Kabupaten di Indonesia yang patut dijadikan percontohan tentang tata kelola keuangan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL, mengungkapkan kegiatan workshop ini dilakukan untuk merefresh apa yang telah dilakukannya pada tahun 2016.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk menyempurnakan apa yang telah ada dan yang terpenting memberikan pemahaman lagi kepada para Camat, dan Kepala Desa beserta jajarannya tentang penggunaan aplikasi ini,” kata orang nomor satu di Gowa itu.

Baca Juga  Bupati Gowa dan Pj Gubernur Sulsel Bersama Kapolda Tinjau Proses Pencoblosan di TPS

Tak hanya itu, dirinya membeberkan dalam waktu dekat, dana desa akan dinaikkan hingga Rp 120 Triliun, sehingga butuh pengawasan yang sangat ketat.

“Dana desa akan naik Rp 120 triliun dan itu 10 persen dari APBD jadi jika di hitung setiap Desa nantinya akan mendapatkan rata-rata Rp 2 Miliar,” beber Adnan.

Kendati demikian, Adnan berharap dengan adanya sistem aplikasi ini tidak ditemukannya Kepala Desa terkena masalah hukum, karena ini akan sangat transparan.

“Satu harapan besar saya, semoga tidak ada kepala desa yg kena persoalan hukum, dan karena inilah workshop dilaksanakan agar bagaimana para Kades dan jajarannya memahami betul sistem aplikasi yang akuntabel dan transparan itu, ” harapnya.

Baca Juga  Al Bazzar Mappanganro, Jadi Pembicara Forum DXN Achievers Rally 2019

Kegiatan Workshop ini dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan mengangkat tema Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel menggunakan Aplikasi Siskeudes, dihadiri oleh 300 peserta, serta Turut hadir Anggota DPR RI Komisi XI, Wakil Ketua DPRD Gowa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan para Pimpinan SKPD Lingkup Kabupaten Gowa. (ADV)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 15:41
Kader Nantikan Rahman Bando Pimpin Golkar Enrekang, Dinilai Bisa Jadi Figur Pemersatu
ENREKANG, Trotoar.id — Peta politik internal Partai Golkar Kabupaten Enrekang memasuki babak baru. Penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Enreka...
Metro04 November 2026 15:11
Perhatian untuk Anak Yatim, Gubernur Andi Sudirman Buka Beasiswa SD hingga SMA, Pendaftaran Dimulai 3 November
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali memperluas akses pendidikan melalui Program Beasiswa Yatim dan/atau Piatu Tahun ...
Nasional04 November 2026 04:06
Geger Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka
JAKARTA, Trotoar.id — Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian mengguncang internal Mabes Polri. Tiga perwira tingg...
Politik03 November 2026 22:04
Hastang Mattanete Pimpin Golkar Pinrang, IAS Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029
PINRANG, Trotoar.id — Regenerasi kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Pinrang resmi memasuki babak baru. Hastang Mattanete ditetapkan sebagai Ketua ...