MAROS, Trotoar.id — musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten maros menetapkan Patarai Amir sebagai Ketua DPD Golkar Maros periode 2026-2030
Patarai Amir terpilih secara aklamasi dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maros, Senin 2 November 2026
Keputusan lahir setelah Patarai mengantongi dukungan penuh dan mutlak dari seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) serta organisasi sayap partai berlambang pohon beringin tersebut.
Proses penetapan dipimpin langsung oleh pimpinan sidang Musda XI, Nasaruddin Upel, seusai seluruh tahapan persidangan dan mekanisme organisasi rampung dilaksanakan.
“Menetapkan Patarai Amir sebagai Ketua Terpilih hasil Musda XI Partai Golkar Kabupaten Maros,” ujar Nasaruddin saat membacakan keputusan sidang yang disambut riuh dukungan para kader.
Terpilihnya Patarai secara aklamasi mengirimkan sinyal kuat mengenai soliditas internal Golkar di Maros.
Dukungan bulat tanpa perpecahan dari tingkat kecamatan hingga organisasi pendiri dan didirikan menunjukkan bahwa mesin politik partai di daerah ini tetap berada dalam kondisi prima.
Bagi Golkar, Kabupaten Maros merupakan salah satu basis historis yang strategis dan potensial di Sulawesi Selatan.
Di bawah kepemimpinan sebelumnya, partai beringin ini mampu menjaga eksistensi dan daya tawar politik yang signifikan di panggung legislatif maupun eksekutif daerah.
Musda XI ini pun tidak sekadar menjadi ajang pemilihan ketua, melainkan momentum krusial untuk merawat tradisi kejayaan politik Golkar di “Butta Salewangang” (julukan Kabupaten Maros).
Jalannya Musda XI Golkar Maros ini turut dihadiri oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang membuka secara resmi persidangan tersebut.
Kehadiran pucuk pimpinan Golkar Sulsel ini menegaskan pentingnya Maros sebagai salah satu pilar utama pemenangan partai di tingkat regional.
Dalam arahannya, konsolidasi organisasi ditekankan sebagai kunci utama menghadapi tantangan politik ke depan.
Kini, tantangan terbesar di pundak Patarai Amir adalah merumuskan strategi jangka panjang untuk memperkuat struktur hingga akar rumput, menjaga soliditas kader, serta merancang peta jalan pemenangan yang matang.
Terlebih, Golkar Maros dituntut untuk terus menjaga hegemoninya dan bersiap menghadapi kontestasi politik elektoral yang semakin kompetitif pada Pemilu 2029 mendatang.



Komentar