TROTOAR.ID. — Tiga orang dinyatakan meninggal dalam insiden ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Ketiganya adalah pemilik penghuni Rusunawa Sidoarjo, yakni Anton dan dua orang anggota keluarganya.
hal tersebut diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, dia memastikan memastikan selain tiga orang yang terduga teroris tersebut, tidak ada warga sipil lainnya yang ikut menjadi korban ledakan bom di Rusun Wonocolo,
“ada tiga orang yang dipastikan meinggal, Mereka bukan korban, akan tetapi mereka adalah pelaku teror,” ujar Arifin, di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Senin (14/5/2018), pukul 01.20 WIB dikutip di detik.com
Baca Juga :
- HMI Cagora Ingatkan Gubernur Sulsel yang Baru Soal Bom Bunuh Diri dan Banyaknya Penangkapan Terduga Teroris
- Gaduh! Desak BNPT Buka Data Ponpes yang Dituduh Berafiliasi dengan Teroris, Fadli Zon: Jangan Membuat Saling Curiga
- ‘Daripada Sibuk Urus Pesantren Mending Kejar Teroris di Papua’, Ustadz Suardi: Pesantren Gerda Terdepan Bela Indonesia
Selain 3 orang yang meninggal, ada 3 orang lainnya yang saat ini masih dirawat di RS.Siti Khodijah.
“Mereka ini 1 keluarga,” ucapnya.
Namun Arifin belum dapat memastikan, ketiga korban yang dirawat ada kaitannya keluarga Anton atau memiliki hubungan dengan Dita Oepriarto, pengebom gereja Surabaya.
“Kemungkinan Bisa saja ada hubungannya,” pungkasnya.




Komentar