TROTOAR.ID, MAKASSAR — Insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh sekeretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar Sabri telah mencoreng nama KPU Makassar sebagai pemyelengara Pemilihan Wali Kota dan wakil Wali Kota Makassar.
Sikap “premanisme” yang diduga dilakukan oleh Sabri, langsung direspon cepat oleh PLT sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan, dia menilai tindakan yang dilakukan Sabri merupakan tindakan yang tidak mencermikan seorang petugas KPU, dan ini akan segera ditindaki.
“Kami akan segera menindak lanjuti kejadian tersebut, dengan memberikan surat teguran keras kepada sekretaris KPU Makassar,” Ungkap Adnan saat Dihubungi.
Baca Juga :
Namun KPU Provinsi sebelumnya akan memanggil Sabri, untuk mendengar secara detai insiden yang sempat membuat gaduh proses rekapitulasi suara hasil pilkada Makassar, yang berakibat penundaan rekapitulasi suara.
Dan terkait insiden pemukulan Adnan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berlaku, dan mengenai sanksi yang akan di berikan kata Adnan nantinya menunggu apa hasil dari penyelidikan yang dilakukan Pihak kepolisian.
“Jelas dugaan pemukulan yang dilakukan Sabri merupakan rana pidana, yang menjadi urusan personal, sehingga tindakan sanksi akan kita berikan setelah ada proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian,” Jelas Adnan
Diketahui insiden pemukulan yang dilakukan Sabri, saat petugas Panwascam mengawasi operator yangmenampilkan hasil rekapitulasi suara di layar lebar melalui sebuah komputer, namun tiba-tiba sabri datang dan mendorong hingga memukul sehingga menimbulkan keributan yang berakibat pada penundaan hasil rekapitulasi suara pilkada Makassar.




Komentar