TROTOAR.ID, MAKASSAR — Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) perihal mendengar pandangan fraksi atas nota keuangan Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 diwarnain Walk Out oleh Fraksi partai Golkar.
Ketua fraksi partai Golkar Kadir Halid mengatakan jika sikap Golkar bukan Walk Out, sebab pandangan fraksi tidak di bacakan cuka diserahkan sehingga pandangan cuma diserahkan setelah itu baru meninggalkan ruang paripurna.
“Kan waktunya Gubernur Sulsel singkat, sehingga pandangan fraksi tidak kami bacakan cuma mencerahkan saja setelah itu kita keluar,” Ungkap Kadir Halid diruang pimpinan Komisi E DPRD Sulsel.
Baca Juga :
Bahkan katanya awal mula ketidak harmonisan antara eksekutif dan legislatif terjadi itu dikarenakan egoisme eksekutif yang ditunjukkan selama ini.
Apalagi saat paripurna siang tadi, gubernur juga tidak memiliki waktu yang cukup nyaman untuk hadir di paripurna, dam itu juga hasil pertemuan unsur pimpinan DPRD dengan gubernur kemarin.
“Karena pak gubernur tidak memiliki waktu yang banyak, kita di Fraksi Golkar hanya menyerahkan saja pandangan fraksi kemudian kita walk out, karena tidak ada lagi gunanya kita tinggal, gubernur juga sudah tinggalkan rapat,” ujar Kadir Halid.
Selain walk out dalam rapat paripurna, Fraksi Golkar juga memboikot rapat Badan Anggaran (Banggar) yang berlangsung di lantai 2 gedung Tower DPRD Sulsel.
“Jadi tidak ada anggota fraksi Golkar hadiri rapat banggar, ini sikap Golkar,” pungkasnya.(**)



Komentar