TROTOAR.ID — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah Komandao Organisasi Papua Merdeka terus saja menembaki petugas Gabungan TNI-POlri yang menyisir sejumlah wilayah di Nduga.
Hal tersebut dituturkan oleh Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Binsar Sianipar, yang mengungkap setiap hari kontak senjata terus saja terjadi dalam upaya pencarian dan evakuasi korban pekerja ataupun penyelamatan warga setempat yang dilakukan di sekitar Distrik Mbua, Pucak Kabo, Yal, dan Yigi.
“Setaip saaat anggota kita dari TNI-Polri dilapangan diperhadapkan dengan kontak senjata baku tembak terjadi pada malam hari yang dipicu oleh KKB ke arah pos keamanan terutama di Puncak Kabo dan Pos Yigi,” jelas Binsar, Jumat (14/12).
Baca Juga :
Binsar menyebutkan, kontak senjata yang terus saja terjadi mengakibatkan masyarakat masih trauma akan peristiwa pembantaian yang di laukan kelompok KKB dan memilih bersembunyi di hutan.
Berdasarkan informasi yang didapat jika saat ini warga yang te;ah kembali kerumah masih mengalami taruma atas bunyi tembakan yang berasal dari kelompoj separatis di Papua.
“Bahkan ada laporan yang saya terima, warga Mbua yang sudah kembali ke rumah, mulai berkemas lagi untuk lari ke hutan, sebab setiap hari mendengar suara tembakan,” kata Binsar.
Diinformasikan juga bahwa tidak ada masyarakat sipil yang menjadi korban dalam baku tembak ini. Perihal berkembangnya isu tersebut, Binsar mengklaim sudah berkomunikasi dengan tokoh agama, kepala kampung, dan koordinator Klasis Gereja Kingmi.
“Hasil koordinasi ini, tak ada warga sipil yang menjadi korban penembakan di Nduga,” kata Binsar.
Binsar menyebutkan aparat keamanan juga memahami perbedaan, antara warga sipil dan KKB yang lari ke hutan.
“Prosedurnya kami paham, mana yang kombatan dan mana yang bukan. Jika kami bertemu kombatan dan membawa senjata api, tetap kami lumpuhkan,” katanya. (Stefanus)



Komentar