Trotoar.id, Makassar – Sepekan sudah publik dihebohkan dengan insiden saling tembak antara ajudan Kadiv Propam Mabes Polri Bharada E melawan sopir Pribadi Istri Kadiv Propam Brigadir Yosua
Saling tembak yang menewaskan Brigadir Yosua tersebut, kini menjadi perhatian Publik, sebab beberapa CCTV yang ada di rumah tersebut rusak sebelum peristiwa berdarah itu terjadi 8 Juli 2022.
Hingga saat ini, Polisi belum merinci hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim bentukan Kapolri.
Baca Juga :
Dari penyelidikan yang dilakukan di TKP, Polisi menemukan 10 Proyektil peluru yang ditumpahkan dari senjata Pistol milik kedua anggota Polri tersebut, yang dirincikan enam dari senjata milik Brigadir Yosua dan 4 dari Bharada E
Tim khusus juga menemukan sejumlah CCTV di rumah tersebut rusak sebelum insiden berdarah terjadi.
Muncul pertanyaan di Publik, apakah kasus saling tembak tersebut ada kaitan dengan opini publik saat ini atau memang justru peristiwa tersebut murni karena Bejatnya seorang Sopir kepada Istri sang Jenderal?
Semua masih menjadi tanda tanya besar, publik pun harus menanti hasil investigasi yang dilakukan tim Khusus yang dibentuk Kapolri tersebut.
Awalnya Polisi menyebutkan jika Saling tembak terjadi lantaran Bharada E mendengar teriakan Istri komandannya.
Bharada E pun langsung menghampiri kamar utama, di depan Pintu kamar utama, Bharada E melihat Brigadir Yosua berdiri menenteng senjata, selanjutnya Bharada E menanyakan keberadaan Brigadir Yosua, justru pertanyaan Bharada E dibalas Brigadir Yosua dengan tembakan.
Tembakan Brigadir Yosua pun di balas oleh Bharada E, hingga beberapa peluru yang dimuntahkan dari pistol Bharada E ke tubuh polisi berpangkat Brigadir tersebut.
Hingga mabes Polri melalui humas Mabes Polri membeberkan tragedi berdarah tersebut, dengan menduga Brigadir Yosua kepergok akan melakukan pelecehan terhadap Istri Irjen Pol Ferdy Sambo.
“Diduga Brigadir Yosua ketahuan akan melakukan pelecehan, hingga Panik dan mengancam Istri Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo dengan senjata, dan diketahui oleh Bharada E,” Kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.



Komentar