TROTOAR.ID — Seorang kepala desa di Nias Sumatera Utara , Banasokhi Zai (41) ditemukan tewas bersimbah darah setelah ditebas oleh tiga pelaku yang tak lain merupakan saudara ipar korban
Kepala desa Tagaule, Kecamatan Bawolato, tewas dikarenakan pelaku memiliki dendam la terhadap korban yang dilampiaskannya dengam menghabisi nyawa korban
Tiga pelaku yakni AL, 44, yang merupakan adik ipar korban. Kemudian OL, 15, dan DL, 18, yang merupakan keponakan korban.
kini telah diamkan aparat kepolisian.
Baca Juga :
“Ketiga pelaku kini telah kami tahan, dan pelaku merupakan keluarga dari korban. Motif pembunuhan juga dilakukan karena pelaku menaruh dendam kepada korban,” ucap Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Kamis (3/1).
Pembantaian tersebut lanjutnya dilakukan pada Selasa (1/1/2019), yang mana pelaku di habisi setelah pelaku melintas didepan
rumah pelaku AL, dimana saat melintas Korban dan pelaku sempat adu mulut Yang kemudian pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil parang.
Usainmengbilnparangvdidal rumah, Palkubtanpa banyak tanya langsung membacok korban dan dibantu oleh kedua anaknya yang masih di bawah umur
“Mereka membacok korban berulang kali secara brutal hingga tak bergerak dan tewas mengenaskan,” ungkap Deni seperti dikutip Jawa pos
Aksi brutal para pelaku tersebut diketahui oleh para tetangga pelaku. Dan para korban pun berlarian kedalam rumah untuk bersembunyi dan berupaya melarikan diri setelah melakukan pembantaian sadis terhadap korban
Mengetahui adanya kasus pembantaian sadis, Petugas dari polres Nias yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku dan berhasil diringkus.
Dari tangan para pelaku, polisi juga menyita parang berukuran 40 cm. Ketiga pelaku terancam dijerat dengan Ayat 2 ke 3e Pasal 170 atau Ayat 3 Pasal 351 KUHP. Ancaman hukuman sembilan tahun penjara.



Komentar