Polda Sulsel Dalami Dugaan Korupsi Dana IMTAQ Kabupaten Gowa

Suriadi
Suriadi

Selasa, 14 Mei 2019 22:18

Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi

TROTOAR.ID, MAKASSAR –– Selain melakukan pengeledagan di sejumlah ruangan di kantor Bupati Gowa, penyidik Direskrimsus Polda Sulsel juga menggeledah rumah jabatan Bupati Gowa.

Pengeledahan dilakukan penyidik dari subdit Tipikor dan dipimpin langsung oleh kasubdit Tipikor Kompol Yudha Wirajati.

Pengeledahan dilakukan penyidik sebagai tindak lanjut dari laporan atas dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa (imtaq) pada tahun anggaran 2018.

Kabid Humas Polda Sulsel Dicky Sondani saat dikonfirmasi menyebutkan pengeledahan bukan saja di lakukan dikantor Bupati Gowa akan tetapi juga dilakukan di rumah jabatan.

Baca Juga  Kasus Korupsi di Parepare Semakin Parah, Ampera Demo di Kejari

“Iya benar ada tim penyidik direskrimsus yang melakukan pengeledahan di sejumlah tempat di Gowa termasuk kantor Bupati, dan beberapa tempat lainnya,” Kata Dicky

Dicky menyebutkan pengeledahan dilakukan penyidik untuk menelusuri dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada kegiatan IMTAQ Gowa

Dalam kasus tersebut Dicky juga menyebutkan jika pihak Penyidik juga belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, dan setelah pengeledahan barulah pihaknya akan mendalami apakah ada tindak pidana melawan hukum atau tidak dalam kasuss tersebut.

“Belum ada tersangka, masih penyelidikan, makanya dibutuhkan pengumpulan dokumen terkait penganggaran kegiatan IMTAQ digowa, ” Jelasnya

Baca Juga  Mahasiswa Sulsel di Jakarta Dukung NH-Aziz Jadi Gubernur

Diketahui dalam kegiatan IMTAQ kabupaten Gowa menganggarkan kegiatan tersebut dalam APBD Kabupaten Gowa tahun 2018, dengan nilai sebesar Rp5, 5 miliar.

Namun belakangan di ketahui jika kegiatan pengadaan alat peraga kegiatan yang melibatkan PT Arsa Putra Mandiri yang dipinjam
oleh orang yang bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno.

Dan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim Direskrimsus di Yogyakarta, lokasi sumber barang dana yang dianggarkan dalam kegiatan tersebut cuma sebesar Rp, 1.5 Miliar.

Baca Juga  SYL-NH Salam Komando, di Hadapan Ribuan Kader Partai Golkar

“Dari hasil kegiatan penyelidikan Subdit Tipikor Polda Sulsel di Yogyakarta, lokasi sumber barang, uang yang dikeluarkan untuk pekerjaannya ternyata hanya Rp1,5 miliar,” ungkap Dicky.

Selain itu penyidil juga menemukan adanya keterlambatan pengiriman, yang baru dilakukan Februari dari Yogyakarta ke Makassar. Padahal berdasraka BAST progres pekerjaan dinyatakan 100% pada September 2018.

Lanjut Dicky dalam kasus tersebut penyidik mempresangkakan kasus tersebut dalam pasal 2 ayat (1), subsider pasal 3 jo pasal 9 Undang-undang Nomor 9 tahun 199o sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...
Politik25 Oktober 2026 19:28
Sarmuji Rayu Andi Sudirman Gabung Golkar: Dulu Golkar Wakafkan Diri, Kini Giliran Gubernur
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, melontarkan rayuan poli...
Politik25 Oktober 2026 17:55
Sarmuji Tantang Golkar Sulsel Tambah Kursi pada Pemilu 2029, Digitalisasi Jadi Kunci
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menantang kepengurusan...
Politik25 Oktober 2026 17:42
Sarmuji Lantik 197 Pengurus Golkar Sulsel, Bidik Kebangkitan di Pemilu Mendatang
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, ...