Suaka Politik NA di Wapres Kandas, NH Sampaikan Hasil Pertemuan Bersama JK

0
97

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Harapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk mendapat suaka Politik dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, nampaknya harus tertahan, pasca JK mengungkapkan tidak ingin ikut campur pada proses politik di DPRD. 

Hal tersebut di bocorkan oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid kepada Awak media, dimana NH mengungkapkan bila pertemuan dirinya bersama pimpinan Partai malam tadi, beliau tidak ingin ikut campur pada proses politik di DPRD Provinsi. 

“Semalam Pak JK cuma sampaikan dirinya tidak ingin ikut dalam dinamika dan proses politik di DPRD Sulsel, dia cuma menekankan untuk tetap menjaga keharmonisan  antar lembaga, ” Kata Nurdin Halid. 

Meski pada pertemuan semalam, JK tidak terlalu menyinggung soal hak angket, namun pesan yang disampaikannya semalam cuma ingin melihat Sulsel dapat mempertahankan posisinya sebagai provinsi terbaik. 

Nurdin menyebutkan jika Sosok Jusuf Kalla, seorang negarawan yang bijak, dan beliau cuma ingin melihat Sulsel lebih baik dan tidak ada masalah, walaupun nantinya ada masalah selesaikan sesuai dengan UU. 

“Pak JK ini sosial negarawan yang bijak, dan ingin melihat daerah berkembang, walaupun ada masalah selesaikan sesuai dengan UU yang berlaku, dan tidak baik juga kalau ada masalah tidak diselesaikan,” Kata Nurdin Halid. 

Hingga dirinya menegaskan, partai golkar punya sikap dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan UU, dan kritik partai Golkar dilakukan sesuai dengan konstitusi dan bukan mengada-ngada. 

Namun jika bukti cukup ada pelanggaran UU yang dilakukan maka golkar tidak akan bergeming sedikitpun untuk menyatakan yang benar memang benar benar, sehingga nantinya apa sikap partai golkar nantinya akan ditampilkan oleh fraksi berdasarkan fakta dan bukti yang disampaikan fraksi Golkar. 

“Sikap partai Golkar tegas dan tidak bergeming, kalau benar kita katakan benar kalau tidak kita katakan tidak, dan sikap Golkar nantinya akan berdasar  pada bukti, fakta dan bukan hasil rekayasa,” Pungkasnya (***)