TROTOAR. ID, MAKASSAR — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Nurhaldin menerima perwakilan pengungsi Nyammar yang mengadukan nasibnya yang telah empat bulan belum menerima bantuan biaya hidup dari UNHCR
Hingga di katakan, dirinya harus keliling mencari bantuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama Istri dan anaknya yang sekarang berada di cam ke pengungsian
“Saat ini satu tidak tahu harus menjadi kemana, dan saya bersama kawan-kawan harus kesini untuk menyampaikan persoalan yang kami hadapi,” Katanya
Baca Juga :
Hingga dia mengatakan dirinya telah menjadi perwakilan UNHCR yang ada di gedung menara Bosowa, namun hasil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan
Sehingga inisiatif mengeluh ke DPRD menjadi solusi terakhir bagi pengungsi Myanmar yang tak Ingin disebutkan namanya dirinya untuk dapat dibantu agar biaya hidup bangsa ditanggung organisasi PBB dapat segera di dapatkannya.
Hingga dia menjelaskan jika saat mengadu di perwakilan UNHCR ada oknum petugas UNHCR yang meminta dirinya untuk pindah keyakinan barulah biaya hidupnya yang ditanggung PBB dapat dicairkan.
“Parahnya lagi saat saya mengadu ke perwakilan UNHCR di Makassar ada Oknum petugas di sana bilang ke saya nanti punya keyakinan baru bisa dibantu mencairkan biaya hidup pengungsi yang berasal dari Myanmar, ” Jelasnya di hadapan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar dan dua anggota DPRD dari PDIP dan Demokrat
Sehingga WakIl Ketua DPRD Kota Makassar langsung menelpon pihak imigrasi untuk mempertanyakan persoalan yang dihadapi oleh para pengungsi Myanmar yang berada di Makassar.
“Kami miris mendengar keluar perwakilan mengungsi, hal mereka ditahan cuma karena sesuatu hal, dan seharusnya dengan posisi ini kita akan meminta perwakilan UNHCR dan pihak terkait membantu para pengungsi yang ada di Makassar, ” Jelasnya (***)



Komentar