TROTOAR.ID — Persoalan Impor pangan menjadi salah satu pekerjaan rumah menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo.
Hingga tugas pertama mantan Gubernur Sulsel, tak lain dengan menerapkan strategi agar impor pangan yang selama ini menjadi penolakan sejumlah petani, dan mengakibatkan saya jual hasil tani menurun di hentikan
Bahkan dirinya berambisi ke depan Indonesia harus menjadi negara Swasembada Pangan, dan petani dapat hidup lebih sejahterah lagi.
Baca Juga :
“Saya dilantik sebagai menteri pertanian dan ini tanggung jawab sangat berarti. Harapan kami semua betul-betul pertanian kita bisa lebih maju, mandiri dan modern,” kata dia Syahrul usai pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10) dikutip joon.com
Dan untuk mendukung kualitas produksi pertanian meningkat, mantan Gubernur Sulsel dua periode mengaku akan menyusun program strategis tentang kebutuhan pangan nasional.
“Kami akan mencoba menghadirkan program dan strategi kemandirian, agar impor pangan,” Kata SYL panggilan Akrab Syahru
Hingga kata Syahrul dirinya nanti akan melakukan pengecekan data jumlah tentang pangan tanah air dan kebutuhannya, sehingga akan menerapkan informasi satu pintu dalam pengelolaan data pangan
Syahrul mau menggunakan kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendata pangan.
“Satu bulan itu saya mau pastikan samakan data, tidak boleh menggunakan tiga data, artificial intelligence dari 4.0 itu deteksi, (memantau) panen lewat satelit juga dilakukan,” jelas dia.(***)




Komentar