Sekprov Sulsel Harap Tenaga Pendidik Siap Jalankan Konsep Metode Merdeka Belajar Menteri Nadiem Makarim

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 07 Maret 2020 15:16

Sekprov Sulsel Harap Tenaga Pendidik Siap Jalankan Konsep Metode Merdeka Belajar Menteri Nadiem Makarim

TROTOAR. ID, MAKASSAR, — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani menjadi narasumber Education Gathering mengenai konsep dan metode Merdeka Belajar kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Sulawesi Selatan di Aula Gedung Graha Duta Nusa Kampus STIE Makassar Maju, Sabtu, 7 Maret 2020.

Didampingi Anggota DPR RI Komisi VII Andi Yuliani Paris, Abdul Hayat menjelaskan konsep pendidikan Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

“Merdeka belajar adalah sebuh konsep dan metode yang menekankan kebebasan dalam berkreasi, improvisasi dan berinovasi tenaga pendidik dalam menggali potensi diri yang dimiliki sisiwa. Titik tekannya ada pada tiga potensi kecerdasan manusia, yakni kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual,” jelas Abdul Hayat.

Untuk itu, Abdul Hayat menekankan perlunya antisipasi pengembangan individu yang kuat oleh setiap tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan kebijakan ini.

“Perlu antisipasi pengembangan individu yang kuat (oleh tenaga pendidik) agar mampu beradaptasi dengan kabijakan ini,” terang Hayat.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Basri menyebutkan metode Merdeka Belajar sangat menguntungkan sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk tenaga pengajar karena adanya kebebasan dalam menentukan metode belajar sesuai potensi yang dimiliki oleh masing-masing sekolah.

“(Merdeka Belajar) memberi ruang kepada sekolah untuk berkreasi dan berinovasi sesuai potensi sekolahnya, bahkan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bisa dirancang oleh kepala sekolah dan guru,” terang Basri.

“Yang diutamakanna adalah guru berinovasi dan berkreasi agar di kelas pembelajaran menyenangkan,” sambungnya.

Lebih lanjut metode Merdeka Belajar juga akan mengganti ujian nasional menjadi Assessment Kompetensi serta adanya survey karakter bagi para siswa untuk lebih mengenal individu para peserta didik yang nantinya akan disesuaikan dengan metode pembelajaran di kelas. Artinya, lanjut Basri, titik tekan metode Merdeka belajar melalui pendekatan secara individu kepada sisiwa.

“Intinya guru tidak boleh memaksakan keinginanya pada personality siswa. Untuk dipastikan anak mampu efektif dalam psikotes saat pengenalan sekolah,” tutupnya.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...