MAKASSAR, TROTOAR.ID –Aliansi Pro Demokrasi angkat isu otonomi khusus (Otsus) Papua melalui aksi demonstrasi yang diselenggarakan di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Selain itu, mereka juga mengangkat terkait omnibus law yang dianggapnya tidak berpihak pada rakyat.
“Kami mendesak agar Otsus Papua Jilid II kali ini dihentikan atau tidak boleh perpanjang, karena ini sama saja membunuh masyarakat papua secara perlahan,” kata Subhan selaku Jenderal Lapangan (Jenlap), Kamis, (8/10).
Baca Juga :
Menurutnya, masyarakat Papua sudah saatnya menentukan nasibnya sendiri.
“Sudah puluhan tahun termiskinkan oleh kolonialisme Indonesia. Maka solusi paling demokratik adalah melepaskan Papua dari Indonesia, dan memberikan hak sepenuhnya bagi papua,” ujarnya saat diwawancarai oleh Jurnalis Trotoar.id.
Aksi yang diikuti oleh kurang lebih seratusan orang itu nampak berbeda. Pasalnya selain isu omnibus law, ia juga mengangkat soal Papua.
Aksi tersebut berlangsung damai dengan melakukan longmarc dari depan kampus UMI Makassar, Jl Urip Sumoharjo menuju depan Kampus Universitas Bosowa kemudian berputar lagi ke titik semula.
Adapun unsur-unsur yang tergabung di dalamnya yakni, Pembebasan, PMII Rayon FAI UMI, Komunal, AMP Makassar, Pemuda Bara-baraya dan sejumlah massa solidaritas asal UMI Makassar. (Alam)



Komentar