TROROAR.ID, MAKASSAR Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam bersama dengan Pandan XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka mengimbau para pengunjuk rasa kaum buruh dan Mahasiswa untuk menjaga kelompok penyusup yang akan menunggangi aksi penolakan UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka)
Bahkan kapolda Sulsel. Menyebutkan aksi unjuk rasa di Kota Makassar yang berujung bentrok antara Mahasiswa dan Polisi, ditunggangi oleh kelompok Anarko
“Kerusakan ini terjadi karena ada kelompok yang menunggangi aksi para Buruh dan Mahasiswa, ” Kata Irjen Pol Merdisyam saat memantau aksi unjuk rasa di Fly Over. Makassar
Baca Juga :
Apalagi dikatakan jika ada kelompok anarki yang memang hadir di tengah-tengah Pengunjuk rasa yang melakukan provokasi hingga terjadinya bentrok antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian
Sementara itu Pandai XIV Hasanuddin menegaskan TNI dan kepolisian memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketentraman masyarakat,
“Kalau ada aksi yang anarkis TNI/Polri akan meredam aksi anarkis tersebut, dan para pengunjuk rasa bisa saling menjaga agar penyampaian aspirasi dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku, ” Ungkapnya
Aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok Buruh dan Mahasiswa di kota Makassar berakhir dengan bentrok yang terjadi hingga beberapa ruas jalan utama di Makassar lumpuh akibat bentrok aparat kepolisian dan para mahasiswa dan pengunjuk rasa.
Bahkan bentrok Mahasiswa dan aparat kepolisian berlanjut hingga jumat dini hari, dan sejumlah fasilitas umum dirusak.
Parahnya lagi massa membakar motor polisi dan Videotron di depan kantor Gubernur Sulsel. Dan merusak pagar kantor gubernur hingga satu motor dinas dan motor milik pegawai ikut dibakar massa aksi penolakan UU Cilaka. (***(



Komentar