Makassar, Trotoar.id – Jurnalis Media Online berinisial F ini mengaku mendapat pelecehan seksual secara verbal saat melakukan peliputan di kantor Balai Kota Makassar, pada Rabu, (4/11) sekitar pukul 13.00 Wita.
F menyebut bahwa pelaku didug kuat adalah seorang pegawai honorer Pemerintah Kota (Pemkot)
Diceritakan oleh F, dirinya menerima pelecehan saat dirinya sedang berjalan kaki menuju lokasi liputan di Gedung Balai Kota Makassar.
Dalam perjalanannya, F dikejutkan oleh seorang pria yang berdiri di depan sebuah toilet sekitar ruangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) yang dalam situasi sepi-sepi.
“Dia [Honorer Pemkot] melihat saya dari tangga, pas saya lewat dia panggil saya bilang ‘cewek-cewek’ sambil mengedipkan matanya. Saya risih,” tutur F kepada awak media.
Honorer Pemkot itu bahkan memanggil-manggil F seolah-olah mengajak masuk ke dalam toilet.
“Pas saya lewat depannya [Honorer Pemkot], dia bilang ‘sini ki-sini ki‘. Seolah mengajak masuk ke WC, jadi saya bilang ke dia ‘kenapa ko, kurang ajar sekali ko‘,” terang F mencontohkan komunikasinya dengan terduga pelecehan itu.
F sebagai jurnalis yang ditugaskan setahun terakhir ini di Balai Kota Makassar akui baru kali ini mengalami tindakan tak wajar itu.
“Kira-kira usia pelaku 50 tahun,” katanya.
F menyayangkan, bisanya-bisanya seorang pegawai pemerintahan melakukan hal tak senonoh seperti itu.
Korban berencana akan melaporkan perlakuan yang menimpa dirinya kepada kepolisian dan otoritas Pemerintah Kota Makassar.
(Al/Drsl/KN)



Komentar