TROTOAR.ID, Sinjai – Terkait jalan rusak yang disebut-sebut mirip jalanan kerbau itu tepatnya di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, dikeluhkan oleh tokoh masyarakat.
“Jalanan kami ini kondisinya semakin parah, seperti jalan kerbau setelah diguyur hujan dua hari ini, kami juga paham bahwa jalan adalah akses utama untuk mendapatkan hasil dan keuntungan dari hasil bumi seperti cengkeh, coklat, kopi dan tanaman produktif lainnya. Kami ingin diperhatikan pembangunannya jalanan kami agar diprioritaskan” kata Syamsul selaku Tokoh Masyarakat di wilayahnya, Minggu (20/12/2010) kemarin.
Kepala Desa Terasa, Nasse coba menjelaskan terkait jalan yang dikeluhkan warganya itu. Menurutnya, jalanan tersebut adalah jalan desa berdasarkan usulan warga, belum lama ini.
Baca Juga :
“Alasannya saat itu, kalau sudah status jalan desa, maka bisa dibangun melalui Dana Desa. Minimal pelebaran dulu, dan sekarang sudah diperlebar,” kata dia kepada media, Minggu (20/12/2020).
Respon para Anggota Dewan
Hal buruk terkait pembangunan di Kabupaten Sinjai nyatanya ditanggapi oleh berbagai pihak, salah satunya Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Fachriadi Matoa turut angkat bicara, mengenai jalan rusak di Dusun Tonrong. Ia juga membenarkan bahwa jalanan tersebut merupakan jalan desa.
“Perubahan status dari jalan kabupaten ke jalan desa, atas usulan warga setempat melalui Pemerintah Desa Terasa,” ujarnya.
Legislator dari Dapil 4 Sinjai Barat ini mengatakan, memang sedikit terkendala karena adanya pandemi covid yang berdampak pada penggunaan Dana Desa yang diperuntukkan hanya 30% untuk infrastruktur.
Selain itu, kata dia, masih tersisa ruas jalan kabupaten di desa Terasa sepanjang 11,7 Km dari volume kurang lebih 12 Km.
“Tentu menjadi PR buat Pemkab dalam melakukan fungsi pembangunan untuk meningkatkan pelayanan publik dan akses produksi,” kata di kepada Media, Senin (21/12/2020).
Hal ini mendapat respon juga dari Anggota DPRD Sulsel, Andi Muchtar Mappatoba. Sebelumnya, ia berterima kasih atas informasi tersebut, “Terima kasih infonya, saya share ke Anggota DPRD Sinjai,” kata Anggota Dewan dari Komisi D ini, Senin (21/12/2020).
Hanya melihat foto jalan tersebut, Muchtar berasumsi bahwa kondisi jalan yang ada di sana sudah perlu upaya peningkatan karena luasnya sudah sangat bagus.
Tetapi lebih dulu, kata dia, perlu diketahui status jalan tersebut, apakah masuk jalan desa, kabupaten, atau provinsi.
“Setelah itu, baru kita cari solusinya. Kalau itu jalan provinsi. Maka saya akan perjuangkan,” kata Muchtar kepada Trotoar. Senin (21/12/2020).
Olehnya, Muchtar akan meninjau jalan tersebut. Bahkan, ia tak tanggung-tanggung akan mengalokasikan dana aspirasinya ke sana jika seandainya bisa.
“Andai kata bisa menggunakan dana aspirasi, maka saya bawa ke situ [untuk digunakan perbaikan jalan],” tambahnya.
Diketahui, Desa Terasa terkenal dengan komoditi perkebunan Palawijanya, bahkan termasuk penghasil Kakao, Cengkeh di Kabupaten Sinjai.
Sementara dari 67 desa di Kabupaten Sinjai. Selain 4 desa di Pulau Sembilan, Desa Terasa inilah yang paling terpencil dan berada di dataran tinggi berbatasan langsung dengan Kabupaten Bone yang diperantarai tempat wisata Air Terjun Laliako yang sangat indah.



Komentar