NA ‘Campuri’ Lelang Jabatan Pemkot, NH: Instruksinya Satu Paket Komplit, Terlalu Kasar Permainan

Suriadi
Suriadi

Minggu, 07 Februari 2021 21:48

Anggota DPRD Kota Makassar, Ir. Hj. Nurul Hidayah. | tim trotoar.id
Anggota DPRD Kota Makassar, Ir. Hj. Nurul Hidayah. | tim trotoar.id

TROTOAR.ID – Menjelang akhir masa jabatan Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin, kisruh kepemimpinannya semakin panas saja.

Apalagi baru-baru ini, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) ikut bersuara terkait lelang jabatan yang diinisiasi oleh Rudy Djamaluddin di akhir-akhir masa jabatannya tanpa melibatkan Wali Kota terpilih Danny-Fatma.

Seperti yang diterangkan oleh Legislator Kota Makassar Nurul Hidayah (NH) bahwasanya lelang jabatan tersebut terlalu dipaksakan. Apalagi, kata dia, Nurdin Abdullah ikut memberi dukungan dan mengintruksi agar Rudy Djamaluddin membangun komunikasi dengan Danny Pomanto (DP).

Politisi partai Golkar ini melihat instruksi NA merupakan satu paket komplit. Bahkan ia menyebut permainan yang dipertontonkan terlalu terlalu kasar.

Baca Juga  Periksa 7 Saksi, KPK Dalami Keterlibatan NA Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi

“Kalo saya melihat, ini lelang jabatan terlalu dipaksakan apalagi kalau NA (Nurdin Abdullah) mendukung, memang instruksinya sudah satu paket komplit, terlalu kasar permainan,” kata Dewan dari Komisi B DPRD Kota Makassar ini kepada trotoar.id, Minggu (7/2).

Menurut Nurul, seyogyanya seorang pimpinan apalagi Pj Wali Kota sudah sepantasnya bertemu dengan Danny Pomanto, karena itu bukan hal buruk kalau hanya menurunkan sedikit ego.

“Kalau saya Pj Wali Kota, memang seharusnya bertemu dengan DP (Danny Pomanto). Runtuhnya keangkuhan bukan berarti runtuhnya harga diri,” ucapnya.

Baca Juga  Mendadak, Gubernur NA Tinjau Proyek Rel Kereta Api Trans Makassar - Parepare

Lanjut kata Nurul, Meski Pj Wali Kota memasang arogansi akan tetapi bersikap kooperatif terhadap wali kota terpilih adalah keharusan.

“Pj jangan memasang arogansi, karena setelah ada wali kota terpilih Pj harus kooperatif dalam melakukan tindakan agar roda kepemimpinan bisa berlanjut, dan program kerja dapat berkesinambungan,” tuturnya.

Jika Pj Wali Kota kooperatif maka Danny Pomanto dapat memberikan masukan sebagai wali kota terpilih termasuk dalam penataan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Kalau sikap Pj kooperatif maka DP bisa menyarankan kalo biarlah penunjukan pejabat baru DP yang atur, karena beliau yang tahu kinerja pejabat eselon II yang ada di Pemkot,” pungkasnya.

Baca Juga  Hadiri Peringatan Maulid di Wajo, Aziz Paparkan Keutamaan Silaturahmi

Ia menambahkan, proses lelang biar berlanjut di era DP, supaya tidak terlihat dipaksakan.

“Proses lelang biar dilanjutkan di era DP, sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah manis,” kata dia.

“Kalo saya menyarankan agar lelang jabatan ini dipending, tidak usah lah ada yang ikut lelang, karena saya yakin akan dibongkar ulang oleh pak wali kota terpilih,” kuncinya. 

Penulis : Alam/trotoar.id

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...
Parlemen27 Oktober 2026 00:46
Pansus DPRD Sulsel Dorong Dana Abadi Kebudayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat
7 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan DPRD Sulawesi Selatan mendorong pengu...
Metro26 Oktober 2026 14:44
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Appi Kejar Target Rampung Akhir 2027
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai memasuki ta...
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...