KPK Sita Uang Rp1,4 M, 10 Ribu Dolar AS, dan 190 ribu SGD, di Rumah NA dan Edy

Suriadi
Suriadi

Kamis, 04 Maret 2021 20:51

Saat tim KPK memboyong koper hasil geledahan do Kantor PUTR Sulsel, Selasa (2/3).| Lut/trotoar.id.
Saat tim KPK memboyong koper hasil geledahan do Kantor PUTR Sulsel, Selasa (2/3).| Lut/trotoar.id.

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Setelah menyita sejumlah uang tunai pecahan rupiah dan Dollar Amerika dan Singapura, dari sejumlah titik penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) pasca Nurdin Abdullah terjaring OTT

Setelah di hitung jumlah uang yang disita KPK saat penggeledahan jumlahnya cukup bombastis, hingga nilainya hampir sama dengan nilai uang yang diamankan KPK saat dilakukan Operasi Tangkap Tangan Pada Sabtu dini hari 28 Februari 2021  

“Setelah di tiung jumlah uang tunai yang diamankan di kediaman Pribadi dan dinas Nurdin Abdullah an beberapa lokasi yang digeledah, Penyidik KPK menemukan uang sekitar Rp1,4 miliar dalam bentuk pecahan rupiah, 10 ribu dolar AS, dan 190 ribu dolar Singapura,” Kata pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga  KPK Masih Menghitung Uang yang Diamankan Bersama Bupati PPU

Ali Fikri menjelaskan Uang yang ditemukan kemudian akan di faktualisasi apakah uang yang ditemukan di sejumlah titik merupakan hasil dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Nurdin Abdullah bersama Edy Rahmat Sekretaris dinas PUTR Provinsi Sulsel

Diketahui beberapa hari terakhir sejumlah Penyidik KPK melakukan penggeledahan, di empat lokasi yakni rumah jabatan Gubernur Sulsel, rumah dinas Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel, Kantor Dinas PUTR, dan rumah pribadi tersangka Nurdin Abdullah.

Baca Juga  KLB PD: Moeldoko Resmi Kudeta AHY

Dalam kasus suap dan gratifikasi yang disangkakan KPK kepada Nurdin Abdullah, dari proyek infrastruktur yang dibiayai oleh APBD dan dikerjakan oleh Pihak Swasta yang juga ikut sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi

Dalam kasus tersebut, Nurdin diduga telah menerima uang dari pihak kontraktor sebesar Rp5,4 miliar, dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain. Di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Samsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

Baca Juga  Setelah Sari Pudjiastuti, Dua Panitia Tender Pemprov Sulsel Tunggu Giliran Sidang Etik, Jumat Besok!

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy sebagai penerima suap di disangkakan melanggar telah Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...
Parlemen27 Oktober 2026 00:46
Pansus DPRD Sulsel Dorong Dana Abadi Kebudayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat
7 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan DPRD Sulawesi Selatan mendorong pengu...
Metro26 Oktober 2026 14:44
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Appi Kejar Target Rampung Akhir 2027
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai memasuki ta...
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...