Periksa 7 Saksi, KPK Dalami Keterlibatan NA Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi

Suriadi
Suriadi

Jumat, 12 Maret 2021 18:48

Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.
Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterlibatan Nurdin Abdullah dalam kasus Suap dan Gratifikasi terhadap seolah proyek infrastruktur di Sulsel 

Hingga KPK memanggil dan memeriksa sebanyak 7 orang saksi yang juga merupakan pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan 

Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya menyatakan, jika tujuh pejabat Lingkup Pemerintah Provinsi dimintai keterangan perihal kasus yang melilit Nurdin Abdullah Gubernur Non Aktif 

“Ada tujuh saksi yang menjalani pemeriksaan terkait kasus yang menjerat Nurdin Abdullah semua merupakan Pejabat ASN lingkup Pemprov Sumsel, ” Jelasnya Ali Fikri 

Adapun 7 orang yang dipanggil adalah Herman Parudani, Ansar, Hizar, Suhasril, A Yusril Mallombasang, Asirah Massinai dan Astrid Amirullah.

Namun Ali tidak menjelaskan secara detail materi pemeriksaan terhadap tujuh saksi tersebut, yang intinya terkait dengan kasus yang menjeratnya dalam kasus Suap dan Gratifikasi 

Diketahui KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi sebesar Rp5. 4 miliar  setelah KPK menangkap Tangan Nurdin Abdullah di rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada 28 Februari 20201 

Pada kasus tersebut KPK menemukan barang bukti hasil suap berupa uang tunai senilai Rp2 miliar dari Tangan Edy Rahmat melalui  pengusaha Agung Sucipto

Kemudian KPK kembali menemukan uang  Rp1. 4 miliar dan 10 Ribu Dollar Amerika dan 190 Ribu Uang Dollar Singapura di rumah dinas dan rumah pribadi Nurdin Abdullah 

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Agung dikenakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik01 Agustus 2026 17:57
Formatur Rampungkan 80 Persen Struktur DPD I Golkar Sulsel, Keterwakilan Perempuan Jadi Prioritas
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Formatur penyusunan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menuntaskan ...
Politik01 Agustus 2026 17:11
Struktur DPD I Golkar Sulsel Hampir Rampung, Ilham Arief Sirajuddin Pastikan Keterwakilan 30 Persen Perempuan
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Formatur penyusunan kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus mengebut finalisasi struktur organisasi untuk...
Parlemen01 Agustus 2026 17:07
Andi Iwan Darmawan Aras Tinjau Pembangunan Stadion Sudiang, Target Rampung 2027
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), meninjau langsung progres pembangunan Stadion Sudiang di Makassar...
Metro01 Agustus 2026 16:04
Dari Halaman Rumah, Gerakan Pak Udin Menginspirasi Makassar Kelola Sampah Organik
Makassar, Trotoar.id – Di tengah padatnya permukiman Kota Makassar, sebuah rumah sederhana membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari...