Asuransi Usaha Ternak Sapi di Sinjai Capai Rp2,1 M Per Tahun 2020

Suriadi
Suriadi

Senin, 19 April 2021 20:46

Ternak sapi. (Ilustrasi)
Ternak sapi. (Ilustrasi)

TROTOAR.id, Sinjai—Program unggulan Pemkab Sinjai Asuransi usaha ternak sapi (AUTS) memberi dampak positif bagi peternak.

Salah satunya dirasakan peternak di Kabupaten Sinjai yang jumlah klaim dibayar oleh perusahaan Asuransi Jasindo mencapai Rp2,1 miliar selama tahun 2020 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai, drh. Chadidjah, Senin (19/4/21) menjelaskan, program asuransi itu bertujuan untuk mengamankan indukan yang selama ini banyak dipotong. Apalagi, pemerintah sudah membuat peraturan pelarangan pemotongan betina produktif.

Olehnya itu, Ia juga mendorong peternak sapi agar mengasuransikan ternaknya. Bila perlu, peternak mendapat bantuan asuransi ternak secara gratis melalui program di sektor peternakan.

“Ada keuntungan bagi peternak yang mengikuti program ini. Bila terjadi sesuatu pada hewan ternak yang diusahakan, seperti mati akan menerima klaim uang pertanggungan sebesar Rp10 juta/ekor dan jika hewan ternak hilang kecurian klaim sebesar Rp7 juta/ekor,” ujarnya.

Baca Juga  BKPRMII Temui Bupati Sinjai, ASA: Kami Buka Ruang Seluas-luasnya

Ajakan Pemda ini disambut baik peternak, sehingga setiap tahun target selalu tercapai, bahkan melampaui. Diharapkan, target tahun ini bisa tercapai dengan baik juga mengingat populasi ternak sapi di Sinjai mencapai lebih dari 120 ribu ekor.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah ternak sapi yang terdaftar AUTS pada tahun 2020 sebanyak 9.303 ekor. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2019 sebanyak 9.071 ekor. Hal itu terjadi karena adanya intervensi dari Pemkab Sinjai dengan mengalokasikan dana pembayaran premi asuransi bagi peternak.

Lebih lanjut Chadidjah menguraikan jumlah klaim asuransi yang terbayarkan selama tahun 2020 lalu mencapai Rp2,1 miliar untuk 224 ekor sapi yang mengalami kematian maupun kecurian. Jumlah klaim ini lebih besar dibanding tahun 2019 lalu yang mencapai Rp1,3 miliar.

Baca Juga  Di Hadapan Dirjen Tata Ruang, Andi Sudirman Beberkan Sejumlah Proyek Strategis di Sulsel

Adapun jumlah klaim asuransi sapi yang mati sebesar Rp1,9 miliar untuk 197 ekor sapi yang mati, kemudian klaim asuransi potong paksa senilai Rp103,2 juta untuk 16 ekor sapi dan klaim asuransi sapi yang mengalami kecurian Rp77 juta untuk 11 ekor sapi.

Sementara untuk tahun 2021 ini dari bulan Januari hingga pertengahan April, klaim asuransi yang terbayarkan sebesar Rp489 juta, klaim ini terdiri dari 44 ekor sapi yang mati, 7 ekor sapi dari klaim asuransi potong paksa dan klaim dari 2 ekor sapi yang mengalami kecurian.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Warning Distributor Bahan Pokok: Jangan Mainkan Harga!

“Alhamdulillah klaim asuransi ini semuanya sudah terbayarkan kepada peternak dan dana ini digunakan kembali oleh peternak untuk memelihara sapi,” jelasnya.

Terkait hal itu, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) menuturkan, bahwa Pemerintah Daerah hanya menganggarkan Rp360 juta untuk membayar premi namun manfaat yang dirasakan luar biasa, selain mendapatkan klaim asuransi yang mencapai Rp2,1 miliar, para peternak merasa aman, nyaman dan tenang karena sapinya sudah masuk dalam program asuransi.

“Kita punya harapan melalui upaya ini bisa menggairahkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Apalagi, usaha peternakan sapi bisa bertahan dalam kondisi apapun termasuk di masa pandemi seperti ini,” tuturnya. (Irsan S/Trotoar)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...
Metro06 November 2026 15:18
TPA Tamangapa Disiapkan Jadi Hutan Kota, Munafri dan Kapolda Sulsel Tanam 100 Tabebuya
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat upaya pemulihan lingkungan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Ant...
Metro06 November 2026 15:11
Ketua TP PKK Sulsel Dorong Pembentukan Day Care dan Kelompok Peduli Lansia di Soppeng
SOPPENG, TROTOAR.ID — Perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan. Mereka juga membutuhkan r...