SOPPENG, TROTOAR.ID — Perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan.
Mereka juga membutuhkan ruang untuk berinteraksi, berkarya, memperoleh pendampingan, serta tetap merasa dihargai di tengah keluarga dan masyarakat.
Semangat itulah yang didorong Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan melalui program Pemberdayaan dan Kepedulian Lansia di Kabupaten Soppeng, Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Sulsel, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, mendorong pembentukan pusat pelayanan harian atau day care lansia serta kelompok peduli lansia di setiap desa dan kelurahan.
Dorongan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lanjut usia di Kabupaten Soppeng mencapai 17,64 persen.
Angka tersebut menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan pelayanan dan pendampingan bagi kelompok lansia.
Naoemi menegaskan, kepedulian terhadap lansia merupakan tanggung jawab bersama yang harus melibatkan keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.
“Lansia bukanlah beban bagi keluarga maupun masyarakat. Mereka adalah orang tua yang harus kita hormati, cintai, dan muliakan atas jasa serta pengabdian mereka. Melalui gerakan Lansia Bahagia, kita ingin memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, serta mendapatkan perhatian dan kasih sayang,” ujarnya.
Menurut Naoemi, TP PKK Sulsel melalui Pokja I telah mendorong lima program prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Kelima program tersebut meliputi Lansia Sehat melalui penguatan posyandu dan pemeriksaan kesehatan rutin Lansia Bahagia dan Tidak Kesepian melalui kunjungan kasih, silaturahmi, rekreasi, serta pendampingan spiritual; dan Lansia Mandiri dan Produktif melalui pengembangan keterampilan serta kegiatan ekonomi kreatif.
Selanjutnya, Kunjungan dan Kepedulian Sosial yang menyasar pendataan lansia terlantar serta perhatian terhadap kelayakan tempat tinggal.
Program kelima adalah Gerakan Keluarga Sayang Lansia dengan memperkuat edukasi keluarga tentang pentingnya penghormatan dan kepedulian kepada orang tua sejak dini.
Sebagai langkah konkret, TP PKK Sulsel bersama pemerintah daerah mendorong kehadiran day care lansia sebagai ruang pelayanan, pendampingan, dan aktivitas bagi para orang tua lanjut usia.
Tidak hanya itu, pembentukan satu kelompok peduli lansia di setiap desa dan kelurahan juga menjadi target yang ingin diwujudkan.
Melalui kelompok tersebut, pendataan, perhatian, dan pendampingan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan hingga tingkat masyarakat paling bawah.
Kegiatan di Soppeng juga diisi dengan sejumlah aksi sosial dan pemberdayaan. Mulai dari senam bersama lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan pola hidup sehat, penyerahan paket bantuan, hingga pelatihan keterampilan membuat sabun dan mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada lansia agar tetap aktif dan produktif, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Bagi TP PKK Sulsel, kesejahteraan lansia tidak semata-mata diukur dari terpenuhinya kebutuhan kesehatan dan bantuan sosial. Lebih dari itu, para lansia harus tetap mendapatkan perhatian, kesempatan berinteraksi, serta penghargaan atas perjalanan hidup dan pengabdian mereka.
Melalui gerakan ini, TP PKK Sulsel berharap semangat kepedulian terhadap lansia tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi gerakan sosial yang nyata di setiap keluarga dan lingkungan masyarakat.



Komentar