GOWA – Dua orang pendaki Gunung Bawakaraeng dilaporkan meninggal dunia di momentum peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Peristiwa ini terjadi setelah diterpa cuaca ekstrem saat mengikuti pengibaran bendera merah putih di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Tim SAR gabungan mengevakuasi para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami hipotermia.
Baca Juga :
“Setelah kami terima laporan adanya pendaki gunung yang meninggal dunia, rescuer yang bertugas untuk standby pengamanan Siaga Merah Putih sudah bergerak menuju ke lokasi kejadian,” kata Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi, Rabu (18/8).
Korban meninggal dunia atas nama Stiven, beralamat di Pallantikang, Kabupaten Gowa. Dan Rian beralamat Samata, Gowa.
Pendakian Gunung Bawakaraeng sebenarnya ditutup selama masa PPKM Level 3. Pemerintah Kabupaten Gowa telah menutup akses ke lokasi wisata lainnya.
Camat Tinggimoncong yang wilayahnya di kaki Gunung Bawakaraeng, Iis Nurismi mengatakan selama PPKM ini pihaknya bersama TNI, Polri, ormas dan relawan melakukan penyekatan yang dimulai dari posko PPKM Malino kemudian Kelurahan Pattapang, dan Posko Lembanna.
“Ada tiga posko yang harus mereka lalui ketika masuk di Kecamatan Tinggimoncong dan itu semua dijaga secara ketat oleh tim gabungan personil secara bergantian,” beber Camat Tinggimoncong.
Saat ini, kata Iis, kebanyakan masyarakat datang untuk melakukan pendakian di Lembanna atau di Gunung Bawakaraeng sehingga pihaknya betul-betul menjaga ketat agar tidak ada yang lolos.
Kendati demikian, Iis tidak menampik masih banyak masyarakat yang lolos mendaki karena terdapat beberapa titik untuk sampai ke jalur pendakian.
“Kemungkinan memang ada yang lolos karena jalur pendakian terdapat beberapa titik,” jelasnya. (Al/Ltf)



Komentar