Bank Sulselbar Beri Dana CSR untuk Pembangunan Masjid di Atas Lahan Pribadi, JPU KPK Sebut Ini Untungkan NA

Awal Febri
Awal Febri

Rabu, 06 Oktober 2021 18:48

Persidangan Nurdin Abdullah di pengadilan Negeri Makassar, Rabu (29/9). / Alam
Persidangan Nurdin Abdullah di pengadilan Negeri Makassar, Rabu (29/9). / Alam

MAKASSAR – Bank Sulselbar terbongkar telah memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan Masjid di atas lahan milik Gubernur Sulawesi Selatan (Nonaktif) Nurdin Abdullah alias NA

Masjid itu dibangun  di kawasan Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, Sulsel, jaksa nilai ini akal-akalan saja untuk cari keuntungan pribadi.

Hal itu terbongkar saat jaksa mencecar pertanyaan kepada 

panitia pembangunan masjid itu, yakni Suardi selaku ketua dan Aminuddin selaku bendahara. Keduanya hadir dalam sidang di Pengadilan Tipikor Makassar, Rabu (6/10). 

Di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan, Aminudin mengakui bahwa tanah miliknya lah yang dibeli oleh Nurdin Abdullah senilai Rp 200 juta di tahun 2020 lalu di kawasan Kebun Raya Pucak.

Amiruddin bahkan pernah diajak ke Rujab Gubernur untuk bicara persoalan ini.

Pada proses pembangunan itu, Aminudin lah yang jadi bendahara panitia pembangunan karena diminta oleh orang kepercayaan NA, yakni Wandi.

Karena pembangunan butuh uang, Aminudin selaku bendahara panitia saat itu mengaku diminta oleh Wandi  mengurus pembuatan proposal bantuan masjid dan mengantarkannya ke Bank Sulselbar, “Saya disuruh bawa (proposal) ke BPD Sulselbar,” kata Aminudin.

Aminudin bersama Suardi sebagai ketua panitia pembangunan masjid  menyetorkan permintaan bantuan dana masjid dengan RAB kurang lebih Rp 1 miliar.

Di Bank Sulselbar, Aminudin juga sekalian membuka rekening panitia pembangunan masjid. Tak lama setelah itu, dana dari Bank Sulselbar pun cair dan masuk sekitar Rp 300-400 juta. “Saya tidak tahu, kecuali Bank BPD,” terangnya.

Jaksa menganggap ini menguntungkan pribadi Nurdin Abdullah. Di mana masjid yang dibangun di Kebun Raya Pucak belum dihibahkan ke pemerintah daerah. 

Sementara dana pembangunan masjid yang juga berasal dari dana CSR Bank Sulselbar semestinya di atas tanah negara, bukan tanah milik pribadi.

“Bank BPD (Sulselbar) kan harus memberikan dana untuk CSR, harus di atas tanah negara dong, bukan di atas tanah pribadi,” kata JPU KPK, Ronald.

Penulis : Redaksi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...