Walkot Makassar Libatkan Ahli Internasional, Nasional dan Lokal Tangani Slum

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 14 Desember 2021 14:31

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Makassar – Wali kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto mengapresiasi Asian Development Bank (ADB), karena memperhatikan kota Makassar dalam penanganan masalah kawasan kumuh di daerahnya.

Hat tersebut diutarakan Danny, usai memberikan sambutannya di hadapan peserta ADB Workshop Slum Assessment For Makassar City, secara virtual di kediaman pribadinya jalan Amirullah. Selasa (14/12/2021) 

“Alhamdulillah Makassar ini, selalu menjadi perhatian ADB kerjasama antara Indonesia dan Australia, kemudian melibatkan semua profesional yang ahli dalam penataan kawasan kumuh,” kata Danny.

Baca Juga  DPT Sulsel Belum 100 Persen, Masih Banyak Pemilih Belum Melakukan Perekaman E-KTP

Danny menyampaikan rasa bangganya, karena adanya kolaborasi antara internasional, nasional dan lokal, sehingga penataan kawasan kumuh menjadi perhatian yang sangat kuat.

“Saya menyampaikan tadi, kalau urusan performa lokal saya tanggung jawab, untuk mensukseskan acara ini mereka membiayai sendiri, kemudian kita dapat perencanaan ke Makassar City,” jelas Danny.

Baca Juga  Sejumlah Fraksi Protes Target PAD Makassar yang Menurun, Walkot Makassar: Itu Artinya Dewan Berfungsi

Walaupun dalam pertemuan ini, ada yang sedikit dikritisi oleh Danny terkait soal peta peta yang lama, dirinya meminta untuk menggunakan peta yang terbaru.

“Pertama harusnya peta yang terbaru dan total yang akan datang. Kita sudah masukkan tata ruang, dan kedua analisis sosial harus betul-betul menjadi utama dulu, karena saya merancang lorong, saya mau lihat aspek sosial, karena itulah yang menjadi bagian yang sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga  Pasca-pelantikan Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional, BKPSDM ‘Tancap Gas’ Sosialisasi

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Makassar. Nirman Mungkasa mengatakan, ada sekitar 477,77 hektar yang mau dikelola yang ada SK-nya.

“Pengelolaan kawasan kumuh  ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi terkait; drainase, sampah,air minum, pengelolaan pembakaran, banyak aset yang terlibat di situ dan  memang harus ada penanganan sosialnya seperti yang diutarakan bapak wali kota tadi,” terangnya. [Alam]

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...