Trotoar.id, Makassar — Lembaga Perlindungan saksi dan Korban (LPSK) saat hendak memintai keterangan Putri Candrawathi, Istri Ferdy Sambo terus menangis, dan malu mengungkapkan sesuatu kepada tim LPSK yang mendatangi kediaman pribadi Ferdy Sambo
hingga tim LPSK sampai saat ini belum bisa memberikan keterangan perihal insiden peristiwa penembakan yang terjadi terhadap Brigadir J.
“Belum ada informasi yang kami peroleh dari PC, karena kondisinya yang terus menangis,bahkan PC mengungkapkan malu menyampaikan sesuatu kepada tim LPSK yang menyambaginya,” Jelas kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu
Baca Juga :
Hingga para psikolog dan psikiater LPSK tersebut melaporkan bahwa mereka tidak banyak memperoleh keterangan dari Putri Candrawathi, karena kondisi PC masih dalam kondisi Shok pasca peristiwa berdarah tersebut.
“Dia (PC) lebih banyak diam, masih beberapa kali menangis. Sedikit informasi yang kami peroleh baik wawancara maupun instruksi tertulis, seharusnya permohonan melakukan, itu juga tidak dikerjakan,” kata dia.
“Ya memang yang terucap hanya itu, ‘malu Mbak, malu’. Ya malunya kenapa kita nggak tahu,” papar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi di kantornya, Ciracas, Jakarta Timur, kemarin
Hingga Kabareskrim Agus Andrianto membeberkan jika pihaknya tidak akan membeberkan ke publik motif dari penembakan Brigadir J di kediaman rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo
“Biarlah Motifnya menjadi konsumsi penyidik saja, bukan untuk publik,” kata Agus kepada wartawan dikutip Kamis (11/8/2022).
sebelumnya juga Menkopolhukam Mahfud MD menyebutkan jika motif pembunuhan terhadap Brigadir J sangat sensitif dan hanya boleh di dengar oleh orang dewasa
“Karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa,” Kata Mahfud MD dikutip tribunnews



Komentar