Trotoar.id, Makassar – Rapat Paripurna tentang pengesahan kesepakan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi selatan bersama DPRD terkait APBD Tahun 2024 di warnai dengan Instruksi
Anggota Fraksi Partai Golkar Arfandi Idris, yang melontarkan instruksi, meminta agar kiranya rapat paripurna penetapan Anggaran APBD ditunda, lantaran serta rapat paripurna tidak memenuhi syarat Kourum
“Instruksi Pimpinan, sebaiknya paripurna ini kita tunda sampai kuorum, sebab kita pernah melakukan rapat paripurna menghitung peserta yang hadir dalam ruangan rapat paripurna,” kata Arfandi Idris
Baca Juga :
Politisi yang berlatar belakang Jaksa ini juga meminta kepada pimpinan DPRD Sulsel untuk mengacu pada mekanisme rapat dan aturan yang berlaku.
Sebab dirinya tidak ingin, apa yang diputuskan melalui rapat paripurna akan berimplikasi hukum kedepannya, apa lagi mengenai APBD tahun 2024
“Kita mau apa yang kita akan ambil dalam paripurna tidak berimplikasi hukum kedepannya, jadi masukan saya sebaiknya ditunda sampai benar-benar kuorum, seperti saat kita lakukan paripurna penetapan usulan Pj Gubernur beberapa waktu lalu,” mintanya
Selanjutnya Ni’matullah yang memimpin sidang paripurna, meski ketua DPRD Sulsel Andi Ina kartika Sari ikut hadiri meminta kepada peserta rapat paripurna atau perwakilan fraksi menyampaikan pendapatnya apakah rapat paripurna terus dilanjutkan atau di tunda
Lantaran beberapa fraksi menyetujui pelaksanaan rapat paripurna tetap dilanjut, dan dengan tegas Arfandi Idris mengatakan jika dirinya sebagai anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Sulsel tidak ikut terlibat dalam penetapan APBD tahun 2024.
“Maaf pimpinan dengan ini saya ingin sampaikan, saya Arfandi Idris dari fraksi Partai Golkar menyatakan tidak ikut terlibat dalam pengesahan APBD 2024,” tegas Arfa di sambil beranjak meninggalkan ruang sidang paripurna
Sikap kejantanan yang ditunjukkan Arfa di Idris mendapat aplus dari peserta rapat paripurna, lantaran banyak peserta yang hadir dalam rapat paripurna.



Komentar