Trotoar.id, Makassar – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, dan Kapolda Sulsel Andi Rian R Djajadi, mendarat menggunakan helikopter di Lapangan Andi Djemma, Kabupaten Luwu, yang berfungsi sebagai posko utama tanggap darurat bencana.
Keduanya melakukan pantauan udara di kawasan yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Luwu dan Wajo. Pemantauan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi terkini dan merencanakan langkah-langkah bantuan selanjutnya.
“Dalam pemantauan khususnya di kawasan terdampak banjir dan longsor di wilayah Luwu dan Wajo yang dekat dari sini,” kata Bahtiar.
Baca Juga :
Bahtiar memperhatikan dengan seksama bekas banjir yang menghubungkan air laut dengan air yang datang dari darat, serta kondisi lahan pertanian, fasilitas publik, dan rumah-rumah penduduk yang masih terendam.
Setelah pemantauan, Bahtiar memastikan bahwa semua satuan terkait bekerja keras untuk melayani dan menanggapi situasi darurat ini.
“Semua satuan bekerja untuk melayani kami terus stand-by di sini mengambil langkah-langkah selanjutnya setelah pantau udara ini,” tambahnya.
Penjabat Gubernur menekankan pentingnya respon cepat dan koordinasi antar lembaga untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan efektif kepada mereka yang membutuhkan.
Sementara Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, dalam pemantauan tersebut menghadapi kendala dalam pencarian spot landing karena air yang masih menutupi area tersebut.
Posko bantuan telah dibuka di beberapa lokasi, termasuk oleh Brimob dan Wali Kota Palopo, untuk memberikan layanan kepada warga yang terdampak.
“Kita cari spot landing tadi tidak ketemu, karena tertutup air di Siwa (Wajo), termasuk kami coba tadi di Suli Barat (Luwu). Kami melihat juga di sana sudah dibuka posko baik dari Brimob maupun bantuan dari Wali Kota Palopo,” jelasnya. (*)




Komentar